OMG… Santet Masih Jadi Budaya Segelintir Warga Kabupaten Bekasi

Benda diduga santet saat ditemukan warga di Jalan Raya Desa Jayasakti, Kecamatan Muara Gembong, Rabu (20/9/2017) pagi tadi. Foto: Istimewa/Gobekasi

Benda diduga santet saat ditemukan warga di Jalan Raya Desa Jayasakti, Kecamatan Muara Gembong, Rabu (20/9/2017) pagi tadi. Foto: Istimewa/Gobekasi

BUNTUT dari ditemukannya santet pocong terbang berisi bangkai ayam termutilasi, jarum jahit, bunga-bungaan dan wewangian jenazah di Kampung Kelapa Dua Poncol, Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, membuat warga blak-balakan.

Ucie Yusuf, warga RT 03/04 Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, mengungkapkan jika di Kabupaten Bekasi masih kental akan budaya mistis dalam bentuk santet.

“Babelan sampai Muaragembong itu sangat kental dengan budaya mistis, banyak yang masih menggunakan santet dan telu kepada orang yang tidak disukainya,” kata Ucie, Rabu (20/9/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Ucie menjelaskan, santet dan telu tidak beda tipis. Keduanya merupakan mistis bentuk sakit hati seseorang, baik personal maupun dalam bentuk persaingan bisnis.

“Keduanya memang berbahaya, ritualnya itu yang saya dengar berbeda, namun memang bisa membuat orang meninggal dunia kalau untuk personal, bisa buat bangkrut sesorang kalau dalam bentuk bisnis,” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …