Gabungan Pengusaha Jasa Kontruksi Sebut Bupati Neneng Bodoh

(Ilustrasi) Sejumlah pengendara bermotor sedang melintasi jembatan yang pembangunannya mangkrak oleh Dinas PUPR di Tegal Gede, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (15/9). Foto: Dok/Radar Bekasi

(Ilustrasi) Sejumlah pengendara bermotor sedang melintasi jembatan yang pembangunannya mangkrak oleh Dinas PUPR di Tegal Gede, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (15/9). Foto: Dok/Radar Bekasi

KETUA Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) Kabupaten Bekasi, Apuk Idris menilai kinerja Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin tidak becus menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Bekasi. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak kegiatan pembangunan, khususnya infrastruktur yang belum dilelang.

Menurut pria yang akrab disapa Haji Apuk ini, Neneng sebagai Bupati Bekasi seharusnya bisa melakukan terobosan dan pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat luas yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Mungkin Neneng ini bodoh. Kenapa saya bilang bodoh, anggarannya sudah jelas-jelas ada dari APBD, begitu juga dengan perencanaan yang sudah disusun, tapi kenapa pembangunan tidak berjalan?,” sesal Apuk.

Lanjut dia, lambannya proses lelang sejumlah kegiatan untuk pembangunan di Kabupaten Bekasi, sangat mengganggu perekonomian masyarakat dan pengusaha.

Padahal, tambah Apuk, Presiden Joko Widodo sudah memberikan ultimatum kepada setiap kepala daerah agar melakukan percepatan dalam penyerapan anggaran.

“Anggota Gapensi di Kabupaten Bekasi jumlahnya 350, ada sekitar 300 pengusaha merupakan orang Bekasi. Tapi jika proses lelang kegiatan tidak berjalan, itu sama artinya mematikan para pengusaha dan kontraktor yang ada di Bekasi,” tukasnya.

Apuk mengakui, dari informasi yang ia terima, sejak dua tahun belakangan, yakni tahun 2015 jumlah Sisa Lebih Pembiayaan (Silpa) hingga mencapai Rp700 miliar, pada tahun 2016 sekitar Rp1,5 triliun.

“Tentu hal ini sangat memprihatinkan. Sepertinya dia (Neneng) tidak pernah mengawasi kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bekasi. Jadi wajar saja dari tahun ke tahun pembangunan tidak berjalan, dan Silpa nya besar,” terangnya.

Apuk berpendapat, seharusnya dari seluruh kegiatan yang dilelang perlu ada target serta perencanaan. Ia mencontohkan, dari 100 persen kegiatan, yang bisa dilelang dan berjalan paling tidak mencapai 80 persen. Sehingga pada triwulan ketiga lelang bisa selesai.

Namun pada kenyataannya, sudah masuk akhir September, belum sampai 50 persen kegiatan yang sudah selesai proses lelang.

“Wajar saja kalau kepemimpinan Neneng tidak becus,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoil mengakui, ada beberapa kegiatan yang gagal lelang dan tidak bisa berjalan. Dia beralasan, hal itu disebabkan permasalahan tekhnis dan kondisi lapangan.

Anehnya, Henri tidak bisa memberikan informasi ada berapa kegiatan di Dinas PUPR yang gagal lelang.

“Memang kegiatan di Dinas PUPR banyak yang terhambat bahkan gagal terlaksana. Salah satunya adalah, mangkraknya pembangunan jembatan Tegal Gede, Cikarang,” ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi (Grup Gobekasi), Jumat (15/9/2017).

Dijelaskan Henri, saat ini pihaknya bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR yang baru, sedang melakukan evaluasi.

Sedangkan Kepala Seksi Perencanaan Bidang Jembatan dan Jalan PUPR, Toni Dartoni menmbeberkan, dari 93 jumlah kegiatan, baru lima kegiatan yang sudah selesai dilelang, dan satu kegiatan lagi dipastikan gagal lelang.

“Memang kegiatan kami tahun ini sedikit meleset dari perencanaan. Karena hingga saat ini masih proses pada tahapan pelelangan,” tandas Toni.

Meskipun dari 93 kegiatan baru lima kegiatan yang selesai dilelang, dan satu dipastikan gagal, Toni tetap meyakini sisa kegiatan dalam proses lelang bisa berjalan maksimal.

Namun demikian sambung Toni dengan kondisi waktu yang tidak sedikit ada beberapa kegiatan yang kurang maksimal walaupun sudah selesai lelang.

“Ada beberapa kegiatan yang tidak maksimal. Jadi ada kegiatan yang dipangkas untuk memaksimalkan sisa waktu,” ucap Toni. (and/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …
Pembangunan tribun lapangan multiguna, Bekasi Timur, Jumat (24/11/2017). (Foto M Yakub)

Stadion Mini Multiguna Mulai Digarap

PEMERINTAH Kota Bekasi kembali memulai bangun kursi penonton di Stadion Mini Multiguna, Bekasi Timur. Pantauan GoBekasi, yang terbangun hanya baru …