Satpol PP Kabupaten Bekasi Disebut Tak Punya Nyali Tutup THM

Sejumlah pelayan dan tamu sebuah THM di Kabupaten Bekasi, menutupi wajah saat Satpol PP melakukan sidak, Rabu (13/9) dini hari. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

Sejumlah pelayan dan tamu sebuah THM di Kabupaten Bekasi, menutupi wajah saat Satpol PP melakukan sidak, Rabu (13/9) dini hari. Foto:Ariesant/Radar Bekasi

BELUM adanya tindakan tegas dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2016 tentang Pariwisata, terus menuai kritis dari Organisasi Islam yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamyah (Fukhis).

Pasalnya, ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi melakukan razia ke Tempat Hiburan Malam (THM), hanya sebatas teguran saja, sehingga itu dianggap sebagai gertakan semata.

“Kami apresiasi adanya kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Satpol PP, tapi kenapa tidak punya nyali dan keberanian menyegel THM yang tetap beroperasi? Sebab sosialisasi Perda nya kan sudah satu tahun yang lalu. Jadi tidak ada alasan lain untuk tidak melakukan penutupan,” kata Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukatani, Muzaki kepada Radar Bekasi (Group Gobekasi), kemarin.

Menurutnya, sudah tidak dipungutnya pajak hiburan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), merupakan kerugian pemerintah dari sektor pariwisata ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi disisi lain, masih tetap beroperasinya THM tersebut sangat bertentangan dengan norma agama.Ia berharap, pemerintah harus lebih tegas lagi.

”Kami akan terus memonitor serta memberi dukungan moral supaya penegakan Perda Pariwisata itu benar-benar dijalankan,” harapnya.

Pria yang juga sebagai anggota Fukhis ini menerangkan, THM itu harus ditutup, karena menyajikan prostitusi, dan sangat merusak moral masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPW FPI Bekasi Raya, Habib Salim Al Athos menuturkan, Satpol PP harus melibatkan unsur Kepolisian dan TNI untuk melakukan penutupan THM di Kabupaten Bekasi.

”Kalau kami petakan, jenis usaha yang dilarang sesuai Perda sangat banyak. Sehingga tidak mungkin hanya Satpol PP bisa menertibkannya,” ucapnya.

Sedangkan hingga saat ini, razia gabungan THM dalam rangka penegakan Perda No 3 tahun 2016 tentang penyelenggaraan pariwisata yang dilakukan Satpol PP di Kabupaten Bekasi tidak berjalan secara maksimal. Sebab meskipun ditemukan adanya pelanggaran saat sidak, hanya diberikan Surat Peringatan (SP).

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Ida Nuryadi mengakui, dalam sidak yang dilakukan pihaknya belum satupun THM yang disegel hingga penutupan paksa. Melainkan hanya sebatas teguran dan pemberian SP.

”Memang kami belum melakukan penutupan atau penyegelan THM, melainkan masih berkomunikasi agar tidak menjalankan usaha yang diatur dalam Perda Pariwisata,” tuturnya disela-sela sidak THM, Rabu (13/9/2017) dini hari.

Ida menjelaskan, dalam sidak tersebut pihaknya kembali memberikan SP satu hingga SP tiga. Ia juga mengancam, jika sampai SP tiga pemilik THM belum juga melakukan penyesuaian usaha dan masih berbinis yang bertentangan Perda, maka pihaknya akan menyegel dan penutupan paksa.

”Dalam penegakan Perda ini, banyak pihak yang berkepentingan. Oleh sebab itu kami tidak ingin gegabah dalam bertindak. Akan tetapi perlu diketahui, bahwa Satpol PP akan terus berusaha menertibkan jenis usaha yang dilarang dalam Perda,” tegasnya.

Adapun Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mirukyati mendesak agar Satpol PP bisa bertindak lebih tegas lagi untuk melakukan penutupan paksa THM yang membandel. Dijelaskannya, jenis usaha seperti THM yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, sangat melanggar kearifan daerah Kabupaten Bekasi.

”Jenis usaha THM seperti karaoke maupun spa serta message, itu hanya sebagai kedok saja. Dalam perakteknya, mereka (pemilik THM-red), khususnya pelayan (pl) menawarkan lebih kepada pelanggan,” terangnya.

Ia berharap, Pemkab Bekasi harus tegas menindak jenis usaha yang berbau prostitusi.

“Saya pernah lihat sendiri, pakaian para pelayan di sejumlah THM sangat tidak pantas ada di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (and/pj/gob)



loading...

Feeds