Gara-gara Ini, Disdamkar Sering Kewalahan Saat Padamkan Api

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi GoBekasi)

DINAS Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bekasi kerap kewalahan dalam menjangkau titik api saat melanda di daerah setempat. Sebab petugas belum dilengkapi alat khusus bantuan pernapasan atau Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).

“Karena belum ada alat itu, petugas sempat kesulitan untuk menangani kasus kebakaran di gedung-gedung, tempat tumpukan sampah plastik dan limbah kimia,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Aceng Solahudin pada Jumat (15/9/2017).

Aceng mengatakan, keberadaan SCBA sangat membantu petugas untuk mempercepat memadamkan api.

Di beberapa kota dan kabupaten, kata dia, banyak terjadi kecelakaan kerja yang dialami petugas pemadam kebakaran. Mereka sulit bernapas ketika menjangkau titik api di medan yang sulit.

“Kalau untuk pedaman api di perumahan penduduk mungkin tidak terlalu sulit. Berbeda bila api melanda di gedung dan bahan baku kimia karena kandungan asap lebih berbahaya ke petugas,” jelasnya.

Atas persoalan itu, maka di tahun ini Aceng telah mengusulkan pembelian kelengkapan alat SCBA bagi petugas.

Biaya pembelian satu alat tersebut ditaksir menghabiskan biaya sebesar Rp 25 juta. Rencanannya, pemerintah bakal membeli kelengkapannya secara bertahap.

Tahap pertama pihaknya bakal menganggarkan sebesar Rp 750 juta untuk membeli sekitar 30 unit alat pemadam khusus di dalam APBD perubahan.

“Mudah-mudahan sih bisa dikabulkan, sudah kami usulkan di APBD Perubahan,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi menyiagakan 168 petugas di lapangan.

Jumlah personel itu terbagi dari tiga regu. Selain petugas, dinas terkait juga memiliki 15 unit mobil pemadam kebakaran yang mampu menampung air sebanyak 3.000-5.000 liter.

Aceng mengimbau, kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam insiden kebakaran. Dalam satu hari, bila di rata-rata ada sekitar dua hingga empat kasus kebakaran terjadi di Kota Bekasi.

“Sebagian besar penyebab kebakaran karena kebiasaan warga membakar sampah dan ilalang serta lupa mematikan arus listrik yang berpotensi pada korsleting. Padahal, di musim panas dan angin kencang saat ini bisa menyebabkan api merembet ke tempat lain,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …