PDIP Dinilai Layak Duduki Kursi Bekasi 1

Adi Susila.

Adi Susila.

MODAL politik yang dimiliki PDI Perjuangan Kota Bekasi dinilai layak untuk mencalonkan kadernya ke kursi Bekasi 1.

Saran tersebut diungkapkan pengamat politik Universitas Islam 45 (Unisma), Adi Susila kemarin. Menurutnya, dengan mengantongi 12 kursi di parlemen PDI Perjuangan sudah mampu mencalonkan diri. Tinggal menggalang koalisi dengan partai lain.

“PDI Perjuangan tetap harus berkoalisi meskipun sudah bisa mencalonkan sendiri. Koalisi ini penting untuk menambah kans kemenangan,” ungkap mantan ketua KPU Kabupaten Bekasi ini.

Adi menilai, saat ini elektabilitas petahana di Kota Bekasi tidak sebesar petahana di daerah lain, seperti Surabaya.

“Menurut saya, tidak sekuat misalnya, Bu Risma di Surabaya atau Pak Jokowi dulu di Solo. Jadi kalau menurut saya, PDIP itu sayang gitu kalau dia hanya jadi wakil, menurut saya dia seharusnya maju sebagai B1,” sarannya lagi.

Dua tokoh PDIP yang mencuat ke publik akhir-akhir ini, Anim Imanudin dan Mochtar Mohammad, imbuh Adi, berpeluang membangun koalisi demi kemenangan. Saat ini, rivalitas keduanya dalam proses penjaringan untuk mendapatkan rekomendasi DPP adalah hal yang wajar.

“Ini tergantung dari kedewasaan partai itu ya. Kalau belum dewasa akan berdampak pada saat pemilihan. Tapi kalau partai itu sudah dewasa, saya kira nggak akan berpengaruh pada saat pemilihan,” prediksinya.

Dirinya menyatakan, kedua tokoh PDIP Kota Bekasi, Anim Imamudin dan Mochtar Muhamad merupakan kekuatan partai. Menurutnya, siapapun yang diusung oleh partai tersebut tentu dipengaruhi dengan koalisi.

“Tergantung dari bagaimana koalisinya. Kalau dengan Golkar, saya yakin Pak Anim yang akan dipasangkan dengan Pak Pepen. Tapi kalau PDIP akan maju sendiri saya kira Pak Mochtar yang lebih berpeluang ya,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, saat ini PDI Perjuangan sedang melakukan proses penjaringan calon wali kota dan calon wakil wali kota. Empat nama sedang ditimang-timang DPP PDI Perjuangan untuk direkomendasikan maju sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota.

Keempat nama itu, Anim Imanudin (ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi), Mochtar Mohammad (mantan ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi), Lilik Hariyoso (Anggota DPRD Kota Bekasi), dan Engkus Prihatin (tokoh lokal Bekasi).

Sejumlah pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kota Bekasi sudah menyatakan dukungannya untuk para kandidat. Secara umum, terpolarisasi pada dua kubu, yaitu poros Anim Imanuddin dan poros Mochtar Mohammad.

Mochtar Mohammad yang pernah menjabat kursi Wali Kota Bekasi merasa lebih pantas PDI Perjuangan mengajukan kadernya sebagai calon wali kota ketimbang harus di posisi calon wakil wali kota. “Gila aja kalau mau nomor dua,” ungkap Mochtar beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan Mochtar, Anim Imanudin lebih mengarah pada posisi nomor dua jika berkoalisi dengan Partai Golkar. “Untuk PDIP di posisi calon wakil wali kota kita siap,” ungkap tempo hari. (neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Selamat Hari Maritim Nasional!

Selamat Hari Maritim Nasional!

HARI itu, 23 September 1963. Suasana di sekitar Jalan Prapatan (kini Jalan Usman Harun), Jakarta semarak. Indonesia menghelat Musyawarah Nasional …