Dinas LH: Berubahnya Warna Air Kali Bukan karena Limbah

Kondisi kali saat diduga tercemar limbah industri, Kamis (14/9/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

Kondisi kali saat diduga tercemar limbah industri, Kamis (14/9/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

DINAS Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyatakan, berubahnya kondisi air di kali Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, bukan karena tercemar limbah pabrik. Namun kondisi itu disebabkan karena berkurangnya debit air dari aliran Kali Bekasi

“Warna hitam dan aroma bau itu sebetulnya lumpur yang naik ke permukaan karena berkurangnya debit air dari hulu lewat Kali Bekasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi pada Kamis (14/9/2017).

Lutfi mengaku, telah mengetahui kabar itu sejak Senin (11/9/2017) lalu. Petugas telah dikerahkan ke lokasi untuk mengecek kondisi air di sekitar. Petugas menemukan dibeberapa titik saluran, termasuk Saluran Sekunder di Jalan Kemakmuran.

Bahkan pihaknya tengah menyiapkan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menormalisasi saluran itu. Menurut dia, saluran itu berada di bawah kewenangan PUPR dalam hal ini Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II.

“Secepatnya kita kirim surat karena setahu saya sudah belasan tahun saluran itu tidak pernah dinormalisasi,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot untuk mengkaji ulang bahan baku air di saluran itu. Pengkajian ulang dilakukan agar produksi air di perusahaan milik Kota Bekasi itu tidak terganggu.

“Kita minta Tirta Patriot untuk melakukan kajian ulang terhadap air dengan kondisi yang sekarang ini,” tandas Lutfi. (kub/gob)



loading...

Feeds

Selamat Hari Maritim Nasional!

Selamat Hari Maritim Nasional!

HARI itu, 23 September 1963. Suasana di sekitar Jalan Prapatan (kini Jalan Usman Harun), Jakarta semarak. Indonesia menghelat Musyawarah Nasional …