Pembongkaran di Jalan Juanda untuk Underpass Bulak Kapal

Alat berat meruntuhkan bangunan yang berada di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/9). Sebanyak 37 bidang bangunan dirobohkan untuk pengerjaan proyek pembangunan Flyover dan Underpass Bulakkapal. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

Alat berat meruntuhkan bangunan yang berada di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/9). Sebanyak 37 bidang bangunan dirobohkan untuk pengerjaan proyek pembangunan Flyover dan Underpass Bulakkapal. Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

PROYEK pembangunan Underpass Bulakkapal, Bekasi Timur, mulai digarap. Tahap pertama, Pemkot Bekasi melakukan pembongkaran sejumlah bangunan yang berada di sekitar lokasi tersebut.

Kemarin, sebanyak 37 bidang tanah yang terdiri dari ruko, rukan, dan lahan parkir di Jalan Ir. H. Juanda Kelurahan Margahayu dibongkar paksa oleh Pemkot Bekasi untuk pembebasan lahan.

Pembebasan lahan itu dilakukan sepanjang 1,5 kilometer guna pembangunan Underpass Bulakkapal yang direncanakan akan dilaksanakan pada 2018 mendatang.

Pelaksana Bidang Pertanahan pada Dinas Perkimtan Kota Bekasi, Nuryani mengatakan, pihaknya telah melakukan pembebasan lahan sejak tahun 2014.

Anggaran yang disediakan untuk pembebasan lahan itu bersumber dari APBD Kota Bekasi sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2017.

Dirinya memperkirakan anggaran untuk pembebasan lahan guna pembangunan Fly over dan Underpass di Kota Bekasi mencapai angka Rp100 miliar.

Harga per meter untuk bidang tanah tersebut disesuaikan dengan lahan yang dibebaskan. Jika ada bangunan, maka ganti rugi yang diberikan semakin besar. Ukuran lahan yang dibebaskan juga bermacam – macam, mulai dari 34 meter sampai 248 meter persegi.

“Per meter sama (harganya), karena sesuai dengan SK wali kota. Untuk tanah parkiran Rp6 juta, tanah yang ada ruko atau rukan nya Rp11 juta per meter,” katanya di lokasi pembebasan lahan, Selasa (12/9/2017).

Namun begitu, kata dia, masih ada ganti rugi yang belum terselesaikan dengan alasan warga yang bersangkutan belum ditemui karena persoalan komunikasi.

“Targetnya tahun ini selesai bongkar dan pembayaran pembebasan. Karena uangnya sudah ada. Jadi kita maunya targetnya tahun ini selesai dibayar – bayar,” katanya.

Dalam prosesnya pun ada warga yang menolak karena penawaran harga yang dinilai tidak sesuai. “Ya kita arahkan, kita kasih pandangan kalau memang tetep nggak mau kita konsinyasi,” tuturnya.

Salah satu warga yang terkena pembebasan lahan Amin Suryadi (40) mengatakan, tanahnya sudah dibeli sejak tahun 2014 oleh Pemkot Bekasi.

“Sekarang dibongkar ya nggak apa – apa biarin aja. Harganya cocok sih. Kalo enggak salah Rp6 atau Rp7 juta permeter. Kitakan susah kalau ngomong sama pemerintah. Kalau swasta kan lebih tinggi harganya,” katanya. (gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
(Ilustrasi) ASN Kabupaten Bekasi kembali ke kantornya masing-masing setelah apel pagi, Senin (10/4). Jual beli jabatan di kalangan ASN kini menjadi rahasia umum. (Raiza/Radar Bekasi)

ASN Kabupaten Bekasi Dilarang Cuti karena…

DALAM rangka memaksimalkan penyerapan di Kabupaten Bekasi, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bekasi, Uju, akan memberikan ultimatum kepada para pemangku jabatan …
Cara Mudah Lenyapkan Bekas Jerawat

Cara Mudah Lenyapkan Bekas Jerawat

BEKAS jerawat bisa mengendap di wajah dalam berbagai bentuk, baik berupa bopeng, koreng, flek kehitaman, bahkan kulit yang menjorok ke …