Ribuan Botol Anker Bir Dimusnahkan

Penghancuran barang bukti berupa miras dan narkotika di Mapolres Metro Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Selasa (23/5/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Penghancuran barang bukti berupa miras dan narkotika di Mapolres Metro Bekasi Kota, Bekasi Selatan, Selasa (23/5/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

KEPALA Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, Mochamad Hambali mengaku mengamankan 30 ribu botol minuman keras jenis anker bir dan berbagai merek lainnya.

Miras itu diamankan karena pemilik tidak mampu menunjukkan Surat Izin Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SIUP MB).

Warga resah maraknya peredaran miras yang diduga tanpa memiliki dokumen resmi. Apalagi kebanyakan yang membeli miras itu adalah kaum pemuda generasi bangsa.

Karena itulah, petugas menjerat mereka dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi Nomor 27 tahun 2009, tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras.

Puluhan ribu botol itu diamankan dari beberapa kios di empat kecamatan, yaitu Medansatria, Bekasi Barat, Rawalumbu dan Jatiasih. Petugas menyisir beberapa kios di sana karena laporan masyarakat.

“Pelaku peredaran miras dijerat perda, bukan pidana. Petugas kemudian menindaknya dengan menyita miras dan mendata mereka agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” katanya, Senin (11/9/2017).

Dalam operasi itu, pihaknya mengerahkan 90 personel gabungan dari Satpol PP, TNI dan kepolisian. Dia mengklaim, operasi yang digelar berjalan kondusif tanpa ada perlawanan dari pemilik kios.

“Mereka mengakui kesalahannya sehingga berjalan lancar saat proses razia,” jelasnya.

Pelaksana Teknis operasi Miras Pemerintah Kota Bekasi, Ahmad Farhan menambahkan, dalam operasi tersebut petugas juga menemukan satu ember bahan baku untuk membuat miras oplosan di salah satu toko di kawasan Rawalumbu.

Bahkan pemilik kios juga menyembunyikan barang dagangannya di kolong rak makanan.

“Mereka menyembunyikan miras untuk mengecoh petugas. Tapi petugas mengendus persembunyiannya itu,” kata Farhan.

Sampai saat ini, pihaknya terus melakukan pemantauan di beberapa kios dan toko yang disinyalir menjual miras tanpa izin. Petugas akan kembali melakukan razia sampai pemilik kios jera menjual miras tanpa izin.

“Seluruh miras yang diamankan akan dimusnahkan di Plaza Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Muspida,” ujarnya.

Farhan mengimbau, kepada para pemilik kios jamu dan warung untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Soalnya peredaran miras tanpa izin atau oplosan bisa membahayakan masyarakat, utamanya kasus keracunan.
Apalagi mengonsumsi miras secara berlebih juga memicu adanya aksi kriminalitas.

“Pengaruh miras sangat buruk bagi kesehatan dan perilaku yang mengarah perbuatan pidana,” tandas dia. (kub/gob)



loading...

Feeds