Rahmat Effendi Ditantang M2 di Pilkada 2018

Rahmat Effendi (kiri) jago yang diusung Partai Golkar Kota Bekasi bersama mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad (kanan) yang masuk dalam penjaringan PDI Perjuangan Kota Bekasi. Fto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

Rahmat Effendi (kiri) jago yang diusung Partai Golkar Kota Bekasi bersama mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad (kanan) yang masuk dalam penjaringan PDI Perjuangan Kota Bekasi. Fto:Raiza Septianto/Radar Bekasi

INTERNAL PDI Perjuangan Kota Bekasi terus bergerak dinamis. Rupanya, di partai berlambang banteng moncong putih itu tidak seratus persen mendukung kebijakan pengurus Provinsi Jawa Barat agar berkoalisi dengan Golkar.

Selain sikap Ketua DPC PDI Perjuangan Anim Imanudin yang berharap bisa dipinang Golkar untuk mendampingi Rahmat Effendi alias Pepen, ada sikap lain di internal Banteng yang mendorong agar PDI Perjuangan mengambil sikap tegas; mengusung kader sebagai bakal calon wali kota.

Diantara suara-suara yang mendorong wacana pengusungan kader sebagai orang nomor satu, dikemukakan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi yang juga mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad.

Mochtar bahkan menilai partainya pantas mengusung calon wali kota di Pilkada Kota Bekasi nanti, karena mengantongi modal politik yang sangat kuat. Yaitu kursi di DPRD Kota Bekasi yang berjumlah 12 kursi.

“Ya nomor satu lah, orang gila aja yang mau nomor dua,” katanya kepada Radar Bekasi (Grup Pojokjabar.com) usai kegiatan Kirab Kebangsaan yang dilaksanakan Taruna Merah Putih di Alun – Alun Kota Bekasi, Minggu (10/9/2017).

Dia mengklaim, pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa partai untuk berkoalisi. Jumlahnya bahkan disebut sudah mencapai empat parpol.

“Bukan hanya 12 kursi aja, kita sudah fix lah sekarang ini tiga partai, empat partai lah sudah fix, tapi nggak bisa diumumkan,” ungkap pria yang dikenal dengan sebutan M2 itu.

Berbeda dengan M2, Ketua DPC PDI-P Kota Bekasi Anim Imanudin mengatakan, diperlukan pertimbangan untuk mengusung bakal calon wali kota dan calon wakil wali kota.

“Kalau kita belum bisa menentukan, karena kan kita analisa. Kalau memang nomor satu seperti ini, nomor dua seperti ini, jadi kemungkinan nomor satu dan nomor dua ini 50 : 50,” kata Anim.

Menurut Anim, perihal pengusungan dalam Pilkada Kota Bekasi masih dalam pengkajian. Jika sudah, maka akan disampaikan ke DPP PDI Perjuangan dan diserahkan ke DPP untuk diputuskan.

Dirinya tidak menutup kemungkinan untuk mengusung calon wakil wali kota. “Namanya politik kan semuanya dinamis, tidak ada antusiasme atau mungkin gengsi. Tapi ini semuanya bisa komunikasi dan nantinya bisa menjadi kemenangan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PAC PDIP Kecamatan Bekasi Timur Taufik Hidayat mengatakan, yang menjadi targetan dalam pelaksanaan Pilkada 2018 ialah menang. Perihal nomor satu atau dua, ia mempercayakan kepada DPP partai untuk menentukannya berdasarkan hasil survey.

“Siapapun yang diusung kita akan diusung. Kalau kita berharap, berharap PDI Perjuangan dengan 12 kursi kita mencalonkan wali kota, siapapun, kita wajib untuk mencalonkan. Tapi kalau DPP partai melihat hasil survey kita rendah,berkoalisi, yasudah, kita harus patsun dengan DPP,” ujarnya.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Pondok Melati, Syarifudin Wangsa mengatakan, dirinya mengharapkan supaya partainya mengusung M2 menjadi calon wali kota. Dari survey internal, kata dia, M2 memiliki hasil tertinggi dibanding yang lainnya. Namun, menurut dia, perlu berkoalisi dengan partai lain untuk menambah kekuatan partai.

“Sebenarnya kalau untuk figur, dari hasil penjaringan tinggal empat ya, tapi dari hasil survey internal juga M2 paling tinggi. Artinya, Mochtar Muhammad paling tinggi surveynya, kita kembali ke pimpinan pusat siapa yang direkom nanti. Kalau saya sih berharap M2 yang dapat rekomendasi, nggak ada yang lain. Artinya saya mengharapkan, babeh M2 selaku calon wali kota, adapun pasangannya silahkan beliau nanti untuk mencari,” ucapnya.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …