PSTI Pesimis Hadapi Porda 2018, Alasannya karena Ini…

CABANG Olahraga Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Bekasi nampaknya pesimis menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII 2018.

Lambannya regulasi Porda serta hambatan pada regenerasi atlet sepak takraw Kabupaten Bekasi menjadi kendala mereka saat ini.

Ketua PSTI Kabupaten Bekasi, Adi Maryadi mengaku, rasa percaya diri mereka berbeda saat menjadi tuan rumah pada Porda 2014 lalu. Mereka sudah bisa bertanding tanpa menghadapi Babak Kualifikasi (BK), beda halnya dengan Porda 2018 nanti.

Adi menilai, dari segi persipan, kabupaten bekasi sudah tertinggal jauh dari wilayah lain, terlebih dengan tuan rumah kabupaten bogor. Tuan rumah dipastikan memiliki atlet yang unggul di usia muda. Tak salah, bila pihaknya kini memunculkan batasan usia.

“Dan kita jangan lupa, kita bukan tuan rumah, semangat dan daya dukungya sudah berubah. Dulu kita gak lewat BK (Babak Kualifikasi) sekarang kita lewat BK. Dulu kita dapat emas satu, sekarang jangan jangan pas BK juga kita tidak lolos, kan gitu. Kalau BK gak lolos berarti kita gak akan ikut,” ujar Adi Maryadi.

Terkait adanya wacana pembatasan usia oleh tuan rumah, kondisi itu diakuinya akan menjadi beban yang cukup berat bagi pengurus cabang (Pengcab).

“Mempersiapkan itupun (atlet) kita memiliki tugas berat. Terlebih kita tidak memiliki atlet binaan, kita lebih pada atlet luar. Semuanya dari luar. Atlet kita yang empat ada di padang dan di jawa. Bagaimana kita memantau, kalaupun menggunakan anggaran dari KONI Kabupaten Bekasi itu kan terbatas,” beberanya.

Adi juga menjelaskan belum lama ini, ada kabar dari Pengurus daerah (Pengda) Jawa Barat bahwa setelah tanggal 18 Agustus 2017 tidak ada perubahan atlet lagi. Namun hal itu tidak dibarengi dengan kejelasan mengenai batasan usia dan jadwal babak kualifikasi Porda.

“Ini menuai protes bagi pengcab lain. Ini juga yang di alami oleh kita, untuk mempertahankan target emas,” katanya.

Sebelumnya, ada aturan untuk cabang olahraga PSTI sementara bebas usia. Namun, perubahan masih dimungkinkan terjadi menyusul belum adanya kepastian regulasi yang disampaikan oleh PB Porda.

“Tapi sementara bebas usia. Artinya bila dikatakan sementara masih kemungkinan akan ada perubahan. Kalau penegasan batasan usia itu disampaikan mendekati waktu (babak kualifikasi) akan membuat kita keteteran, kelabakan,” lanjutnya

Dirinya menambahkan, bahwa menjadi tamu di porda, berbeda dengan saat menjadi tuan rumah di porda 2014. Dimana,saat mennjadi tuan rumah berbagai keperluan dipenuhi dan difasilitasi.

“Suasananya juga sudah beda, terutama dari pemda. Dulu saat masih tuan tumah apapun dilakukan. Kalaupun sekarang, hanya pengcab yang berjuang,” imbuhnya yang kini memutar otak untuk memenuhi kebutuhan atlet.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds