Bakal Jalani Sidang Perdana di PN Bekasi, Pelapor Kaesang Terancam Pasal Berlapis

Muhammad Hidayat, warga Bekasi pelapor Kaesang Putra Bungsu Jokowi saat berada di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (7/7/2017). (Foto: Ist)

Muhammad Hidayat, warga Bekasi pelapor Kaesang Putra Bungsu Jokowi saat berada di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (7/7/2017). (Foto: Ist)

PELAPOR putra bungsu Presiden Republik Indonesia, Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat S (MHS) terancam bakal dijerat pasal berlapis. Warga Kayuringin, Bekasi Selatan, ini bakal dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atas perbuatannya yang dianggap menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bekasi, Andi Adikawira mengatakan, pihaknya akan menjerat MHS dengan Pasal 32 tentang kepemilikan ijin pengambilan video oleh MHS. Dia juga dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Dalam video itu, yang bersangkutan mengedit video yang di YouTube sehingga menimbulkan keresahan yang dapat memprovokasi masyarakat,” kata Andi pada Kamis (7/9/2017).

MHS dilaporkan ke polisi dengan nomor LP/976/XI/2016/Dit Reskrimsus pada tanggal 8 November 2016 lalu. Dia dilaporkan karena mengunggah video soal mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan dengan menambah kata-kata, sehingga Iriawan diklaim memprovokasi massa.

MHS menyebarkan video tersebut di akun YouTube berjudul ‘Terungkap..!! Kapolda Metro Kaya Provokasi Massa FPI agar Serang Massa HMI. Ini Buktinya..!!’. Video tersebut diunggah melalui akun Muslim Friend, miliknya dengan durasi 1 menit 35 detik pada 5 November 2016.

Video tersebut menampilkan Iriawan yang sedang berdialog dengan massa saat pengamanan aksi 411 di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada 4 Nopember 2016 lalu. Iriawan sudah mengklarifikasi bahwa video itu bukan untuk memprovokasi, namun menagih janji massa dari ormas Islam yang akan mengawal aksi dengan damai. Namun aksi tersebut justru berakhir ricuh.

Andi mengatakan, pada Jumat (8/9/2017) siang, pihaknya akan melimpahkan berkas MHS ke Pengadilan Negeri Bekasi. Diharapkan pekan depan, MHS sudah menjalani sidang perdana yang dengan agenda pembacaan isi dakwaan.

“Pada umumnya sidang digelar, sepekan setelah berkas masuk pengadilan,” ujar Andi.

Berkas MHA dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejati Jawa Barat dengan nomor 3938/O.21/Euh.1/8/2017 tanggal 28 Agustus 2017. Oleh penyidik Subdit Cyber Crime berkas itu telah dilimpahkan ke Kejari Bekasi.

“Untuk jaksa sudah ditunjuk, termasuk saya dari Kejari Bekasi dan dari Kejati Jawa Barat,” katanya.

Nama MHS sudah tidak asing lagi di Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota. Dia sering membuat laporan kepolisian di instansi setempat hingga 85 kali yang berkaitan dengan kasus dugaan ujaran kebencian. Laporan itu, dia buat selama satu tahun dari 2016 hingga 2017.

Terakhir kali, MHS pernah melaporkan putra presiden RI, Joko Widodo bernama Kaesang Pangarep atas dugaan ujaran kebencian. Dia menilai, Kaesang menyebar ujaran kebencian lewat YouTube miliknya. Dalam video itu, Kaesang dituding merendahkan martabat masyarakat pedesaan, karena berkali-kali berucap kata ‘ndeso’.

Namun belakangan kasus yang menjerat putra bungsu Jokowi itu dihentikan. Polisi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena laporan yang didaftarkan MHS, dianggap tidak memenuhi unsur pidana. (kub/gob)



loading...

Feeds