Tips Sakti Terhindar dari Pemerasan Bermodus Ngaku Wartawan

PENGALAMAN menjadi korban percobaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan di bilangan Bekasi Timur menjadi viral.

Posting Eris Riswandi yang membagikan kisah Bening Azzahra tersebut dibagikan oleh lebih dari 180 pengguna Facebook dan mendapat 140 sukaan serta puluhan komentar.

Baca juga: pemerasan di Bekasi Timur, pelaku ngaku wartawan dan nunjukkin kartu pers

Dalam posting tersebut jelas bagaimana modus sang oknum tersebut, yakni dengan menanyakan identitas. Nyali pelaku mendadak ciut ketika korban mengatakan bahwa merekam semua aksinya.

Nah, kali ini gobekasi.co.id akan membagikan sejumlah tips menghadapi pemerasan dengan modus mengaku sebagai wartawan agar netizen dapat lebih waspada.(dam/gob)

Jangan panik

Ketika diberhentikan pelaku dan terpaksa menepi karena kendaraan dicegat, maka jangan serta merta panik. Tetap tenang, karena akan lebih mudah ditekan oleh pelaku jika calon korban dalam keadaan panic walau sekali pun calon korban tidak bersalah sama sekali.

Jangan ikuti kemauan pelaku

Ketika pelaku meminta identitas jangan lekas keluarkan identitas, tetap tenang dengan tidak mengeluarkan dokumen apapun yang dipinta oleh pelaku.

Jangan segan kritis

Semakin kritis calon korban, maka pelaku akan semakin segan. Mulai dengan pertanyaan bapak siapa? Misal dia jawab wartawan media tertentu, dapat lagi dibalas dengan pertanyaan terus ada perlu apa? Media apa? Kantornya di mana? Siapa nama Anda Dan semacamnnya.

Dokumentasikan peristiwa

Rekam video, foto atau suara. Itu akan membuat pelaku serta merta ciut, tetapi dalam melakukan ini baiknya dilakukan secara sembunyi. Hal yang perlu didokumentasikan adalah pelat nomor kendaraan pelaku, wajah pelaku. Ketenangan tetap diperlukan dalam mendokumentasikan video.

Undang perhatian warga lain

Hal ini berlaku ketika di daerah yang cukup ramai, tetapi apabila berada pada tempat sepi, menaikkan volume suara dapat menjadi salah satu cara mengundang perhatian warga lain atau pengendara yang melintas.

Segera pergi

Ketika pelaku mulai meminta hal yang aneh-aneh, maka calon korban perlu menampik pelaku dengan terlalu tidak memedulikannya dan berusaha segera pergi, jika ditahan, maka bisa sedikit menggertak.

Berbohong itu baik, saat ini…

Dengan menyebut punya saudara anggota polisi atau TNI secara psikologis akan membuat pelaku sedikit mundur, tetapi kalau pelaku menggunakan trik yang sama, maka balaslah lagi dengan menyebut polisi yang berpangkat lebih tinggi, pura-pura mencari nomor, menelepon seseorang teman, bercakap seolah sedang bicara dengan polisi yang akan segera mengirimkan anak buah ke lokasi patut dicoba.

Sadar diri

Ketika menjadi calon korban dengan tidak ada kesalahan, misalkan peralatan berkendara lengkap, mengemudi dengan wajar. Maka saat dihentikan pelaku dengan berbagai alasan terlebih pelaku mengaku sebagai wartawan, maka sadar diri bahwa dalam posisi yang benar dan tidak bersalah adalah hal yang penting agar mempunyai kekuatan dalam berargumen dengan pelaku.

Berikut sejumlah tips yang dapat gobekasi.co.id bagikan kepada pembaca, semoga bermanfaat.

 

 



loading...

Feeds