Pelaku Penembak Rocket Flare yang Sebabkan Catur Juliantono Tewas Berhasil Ditangkap

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota tengah melakukan konferensi pers di aula perihal peristiwa penembakan rocket flare yang menewaskan satu orang suporter Timnas Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga belum lama ini, Senin (4/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota tengah melakukan konferensi pers di aula perihal peristiwa penembakan rocket flare yang menewaskan satu orang suporter Timnas Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga belum lama ini, Senin (4/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

PELAKU penembakan roket suar atau rocket flare saat laga persahabatan Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga pada sabtu, (2/9/2017) lalu berhasil ditangkap Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Senin (4/9/2017).

Pelaku Rocket flare yang menewaskan salah seorang suporter bernama Catur Juliantono tersebut ditangkap polisi diketahui berinisial ARP (25), warga Cimuning, Mustika Jaya. Pelaku ditangkap di komplek perumahan Bekasi Timur Regency, Mustika Jaya.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto Bachtiar menjelaskan kalau saat itu, pelaku berada di tribun selatan atau sektor 17. Kepada penyidik, pelaku mengaku tidak sengaja menembakkan rocket flare ke arah korban.

“Pelaku mengaku bahwa dirinya membidik ke arah atas stadion, namun belum sempat diarahkan, flare tersebut sudah melesat di luar kendali dan akhirnya mengenai salah satu penonton di tribun timur sektor 12 B,” jelasnya, Senin (4/9/2017).

Disamping itu, ia  juga mengakui ada kelengahan dari petugas yang berjaga di pintu masuk tribun selatan hingga pelaku dengan leluasa membawa masuk rocket flare tersebut.

“Rocket flare disimpan di dalam tas dan ternyata kami temukan fakta bahwa petugas tidak memeriksa isi di dalam tas, kami akui itu merupakan kelengahan aparat yang berjaga,” ungkap Hero.

Berhasilnya penangkapan tersangka ARP, kata Hero, juga atas bantuan peran dari masyarakat yang memosting video di jejaring sosial dan perkumpulan suporter beberapa klub di Indonesia.

“Kepolisian terbantu dengan postingan video-video yang ter upload di situs Youtube untuk kepentingan penyelidikan dan olah TKP, dan kami juga berkoordinasi dengan beberapa base suporter untuk melacak keberadaan pelaku sebelum bisa ditangkap,” ungkapnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku, polisi berhasil mengambil potongan pipa paralon, selongsong hand flare, sebuah hand flare utuh, jam tangan, kacamata, dan sepasang sepatu.

Atas perbuatannya ARP dijerat pasal 369 Tentang penyalahgunaan barang yang mengakibatkan kematian seseorang dengan pidana maksimal 5 tahun penjara. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …