Ini Penjelasan Lengkap Pemilik Mobil Honda Brio yang Terbakar

Teknisi Emergency PT. Astra Honda Motor saat ingin mengevakuasi bangkai mobil di Cluster River Town, Grand Wisata Tambun Selatan, Senin (4/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Teknisi Emergency PT. Astra Honda Motor saat ingin mengevakuasi bangkai mobil di Cluster River Town, Grand Wisata Tambun Selatan, Senin (4/9/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

PENYEBAB terbakarnya Mobil Honda Brio di Cluster River Town, Grand Wisata Tambun Selatan, belum dapat diketahui. PT Honda Prospect Motor sudah mengevakuasi bangkai mobil tersebut, Senin (4/9/2017) sore tadi.

Nuraini Rahmawati (36) menjelaskan kalau saat peristiwa terbakar mobil miliknya ketika ia dan keluarga tengah melaksanakan ibadah sala Idul Adha 1438 Hijriah pada 1 September 2017, belum lama ini.

“Security yang pertama kali melihat, saya sama suami sedang salat Id. Pada pukul 07.30 WIB saya pulang, api sudah membesar,” kata Nuraini ketika ditemui di kediamannya kepada GoBekasi.co.id.

Informasi yang ia terima, sebelum terbakar, security mendengar suara gas hingga dilanjutkan suara ledakan sampai akhirnya kendaraannya terbakar.

“Warga sudah ramai. Security mau madamin, tapi dilarang sama warga, karena takut ada ledakan. Soalnya, tanki mobil belum terbakar, khawatir meledak,” ujar Nuraini.

Pada pukul 07.45 WIB. Lanjutnya, petugas dan mobil dari pemadam kebakaran datang dan memadamkan seusai dihubungi oleh suaminya, Doddy Matin Zulfadli.

“Sempat susah disiram. Akhirnya petugas damkar memecahkan kaca belakang dan menyiram mobil sampai api padam. Beruntung api yang membesar tidak merambat ke tanki mobil,” katanya.

Beruntungnya lagi, sambung Nuraini, rumah yang ia ditempati tidak ikut terbakar bersama kobaran api yang telah membesar dan menghanguskan kendaraan roda dua jenis Vespa.

“Vespa saya sudah hangus kebakar. Saya khawatir rumah saja terbakar. Soalnya, KWH (sumber liatrik) sangat dekat dengan api. Juga kaca dapur sudah pecah, di dalam dapur ada gas, untung tidak meledak,” tutur Nuraini.

Nuraini memastikan, jika saat itu kondisi mobilnya dalam keadaan mati dan tidak tersambung dengan power bank.  Terakhir, ia memakai mobilnya pada Kamis (31/8/2017) satu hari sebelum terbakar.

“Saya habis dari Cikarang saat itu. Mobil ini saya pakai baru delapan bulan kok, dipakainya juga tidak pernah jauh, hanya bulak-balik ke Cikarang. Suami saya juga tidak pernah pakai,” jelasnya.

Soal kabar bohong yang beredar di media sosial tentang akibat terbakarnya mobil karena power bank pun ia bantah. Soalnya, ia mengaku tidak mempunyai pengisi daya handphone itu.

“Bukan kok, saya enggak punya power bank. Itu saya juga enggak tau siapa yang swbar kabar bohong. Mungkin, bukan hoax (kabar bohong). Tapi security yang menyebar ke warga jika ada kebakaran, dan ada yang menambah-nambahkan saja,” tandas Nuraini. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …