Warga Kota Bekasi Diminta Manfaatkan KBS-NIK, karena…

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat peluncuran Kartu Sehat berbasis NIK, Senin (16/1/2017). (Foto: Ist)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat peluncuran Kartu Sehat berbasis NIK, Senin (16/1/2017). (Foto: Ist)

WARGA Kota Bekasi, diminta untuk memanfaatkan program kesehatan yang diluncurkan oleh pemerintah Kota Bekasi, yakni kartu sehat berbasis nomor induk Kependudukan. Pasalnya, batas akhir pembuatan hingga Desember nanti.

Kartu tersebut, bisa dimanfaatkan di 39 Rumah Sakit yang ada di Kota Bekasi. Lurah Bekasi Jaya, Ngadino mengatakan, kartu tersebut bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga. Berbeda dengan BPJS yang setiap bulannya harus iuran, kartu sehat bekasi tanpa ada iuran bulanan.

“Ini gratis, pasti diterima rumah sakit yang bekerjasama dan sangat membantu, biar masyarakat kita dalam pengobatan tidak perlu lagi berbelit-belit dalam birokrasi,” ucapnya.

Meski tidak memahami jumlah warganya yang sudah mendaftarkan diri, Ngadino mengatakan masih sebagian kecil dari warganya yang terdaftar. Oleh sebab itu, dirinya berencana untuk melakukan sosialisasi kepada warga.

“Saya lupa jumlahnya berapa, tapi yang jelas masih sangat sedikit, nanti kita akan coba untuk sosialisasi, paling tidak walau belum membutuhkan, bisa jadi pegangan,” imbuhnya.

Menurutnya juga, persyaratan membuat Kartu Sehat sendiri tidaklah susah. Warga cukup datang dengan membawa KTP serta Kartu Keluarga yang dimiliki agar dapat diproses. Menurutnya, untuk SKTM dan lainnya sangat tidak diperlukan.

“Asal emang warga Kota Bekasi, bawa saja KK sama KTPnya, nanti langsung kita proses, surat-surat pengantar lain tidak perlu,” pungkasnya.

Penuturan yang sama juga disampaikan Lurah Kota baru, Kecamatan Bekasi Barat, Diani Aprijanti. Dia juga meminta warganya untuk segera membuat KS (kartu Sehat) ,”Kita minta segera untuk bikin, soalnya terakhir Desember 2017,” ucapnya pada saat membagikan KS di kantor Kelurahan.

Diani mengaku sudah 117 warga yang mendapatkan kartu tersebut dari pengajuan sekitar seribu kartu. Di mana 117 warganya tersebut tersebar di lima RW dari 22 RW yang ada di kelurahan Kota Baru.”Memang lambat, karena antre. Tapi kita pastikan yang sudah daftar pasti dapat, tapi di lain hari,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diani juga mengatakan warga tidak perlu khawatir terkait keaslian kartu tersebut. Mengingat teknologi menggunakan NIK, sehingga kartu tersebut sulit untuk dipalsukan.

“Ada yang bilang ke saya ada yang membagikan dari pihak lain, tapi karena ini langsung terintegrasi langsung dan ada barkornya, jadi ya gak mungkin dipalsukan, jadi gak usah khawatir,” pungkasnya. (ich/pj/gob)



loading...

Feeds