Paslon Independen Dibatasi pada Pilkada Kota Bekasi

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

KPU Kota Bekasi membatasi jumlah pasangan bakal calon kepala daerah yang akan maju melalui jalur independen di Pilkada Serentak 2018. Batas jumlah bakal calon yang dibolehkan ikut dalam pesta demokrasi tahun depan hanya lima pasangan.

“Kita membatasi kandidat yang ingin maju melalui jalur independen sebanyak lima pasangan dengan pertimbangan keterbatasan biaya,” kata Anggota KPU Kota Bekasi, Syafrudin.

Kata dia, kebutuhan anggaran verifikasi faktual dukungan calon independen terbilang besar karena dilakukan langsung oleh petugas lapangan ke pemberi dukungan.

Dengan mendatangi langsung nama-nama yang dicantumkan bakal calon independen sebagai pendukung, kata dia, bisa dipastikan langsung kebenaran dukungan yang diberikan.

Dikatakan Syafrudin, petugas juga tidak sekadar mencocokkan nama pendukung dalam KTP dengan mendatangi tempat tinggalnya, tapi juga menanyakan seputar surat pernyataan dukungan yang ditandatanganinya.

“Verifikasi faktual ini memakan waktu dan biaya. Namun jika pada praktiknya tidak ada peminat jalur independen, anggaran yang sudah disiapkan tak akan terpakai,” katanya.

Meski potensi adanya calon perorangan di Kota Bekasi tergolong kecil, namun hal tersebut harus diantasipasi. Sebab, jika calon perorangan tak diakomodir akan melanggar Undang-undang.

“Memang ditugaskan oleh Undang-undang untuk mengakomodir calon perorangan. Sehingga, apabila tak dilakukan, konsekuensinya ada pada hukum,” ujarnya.

Syafrudin mengaku belum mengetahui berapa besaran biaya yang dialokasikan untuk kegiatan verifikasi itu. Namun dipastikan dananya hanya mencukupi hingga lima bakal calon independen.

Sejauh ini, kata Syafrudin, baru ada satu pihak yang sudah mendatangi KPU Kota Bekasi untuk berkonsultasi seputar pencalonan melalui jalur independen.

“Yang pernah konsultasi adalah tim dari Haikal Center. Komunikasinya dilakukan sekitar Idul Fitri,” katanya.

Namun selepas Idul Fitri hingga kini belum ada lagi yang datang mengonsultasikan seputar pencalonan independen.

“Sampai sekarang gaada kabar lanjutan. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Waktu juga sudah sempit, tapi siapa tahu ada kejutan,” ujarnya.

(sar/pj/gob)



loading...

Feeds

Selamat Hari Maritim Nasional!

Selamat Hari Maritim Nasional!

HARI itu, 23 September 1963. Suasana di sekitar Jalan Prapatan (kini Jalan Usman Harun), Jakarta semarak. Indonesia menghelat Musyawarah Nasional …