14 Ekor Hewan Kurban di Bekasi Tidak Laik Potong

(Ilustrasi) Petugas memberikan pakan sapi di penjual lapak hewan kurban di kawasan Pekayon, Bekasi Selatan. Belasan hewan kurban di Kota Bekasi menderita sejumlah penyakit. Foto:Raiza/Radar Bekasi

(Ilustrasi) Petugas memberikan pakan sapi di penjual lapak hewan kurban di kawasan Pekayon, Bekasi Selatan. Belasan hewan kurban di Kota Bekasi menderita sejumlah penyakit. Foto:Raiza/Radar Bekasi

JELANG Hari Raya Idul Adha, Jumat (1/9/2017) besok, para penjual hewan kurban diharapkan memperhatikan kesehatan hewan sebelum menjual kepada masyarakat.

Salah satu penjual hewan kurban di Jalan Raya Jatiasih, Ali Zulkarnaen (39) mengatakan, selama melakukan penjualan sekitar empat minggu, memang sempat ada sejumlah hewan kurban yang sakit. Walaupun, kata dia, saat ini sudah tidak ada.

“Yang sakit kita bisa prediksi kan, dipisahin, kita bisa prediksi, akan kita kasih obat. Kita pantau juga ada perubahan nggak setiap harinya, jika ada, sehat berarti,” ujarnya.

Ali menambahkan, perawatan kepada hewan kurban yang ia jual diperhatikan dengan rutin.

“Kita beri makanan, rumput – rumput ini dalam sehari tiga kali. Pagi, menjelang pukul 07.00, siang pukul 12.00 dan sore pukul 17.00. Perawatannya, apabila ada yang sakit kita berikan vitamin juga,” tambahnya.

Untuk air minum, ia mengaku bahwa ratusan hewan kurban baik sapi atau kambing yang dijual pun tidak diberikan secara terus menerus.

“Tidak setiap saat (diberikan minuman), sama seperti makan. Karena kan tidak bagus juga kalau dikasih minum terus. Jadi kotorannya nanti akan agak tidak bagus kayak diare,” ucapnya.

Pihaknya juga sudah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Pemkot Bekasi terkait dengan operasional penjualan hewan kurban di depan Pasar Jatiasih.

Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Fatia Sriwijayanti mengatakan, dari sekitar 6000 hewan kurban, hanya 14 ekor yang tidak laik potong.

“Sekitar 14 ekor lah yang tidak laik potongnya. Itu pun coba kita sembuhkan semoga bisa sehat nanti pada saat hari H,” katanya.

Kata dia, ada beberapa penyakit yang mengenai hewan – hewan yang ada di Kota Bekasi. Diantaranya ialah karena kelelahan transportasi, pada akhirnya kondisi tubuhnya jatuh dan lemah, tidak nafsu makan dan ada beberapa yang diare.

“Kalau seperti itu kan kita bisa lakukan pengobatan nih. Karena masih ada tiga hari sebelum pelaksanaan, jadi masih kita lakukan pengobatan,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, ada beberapa sapi yang terinfeksi pada mata karena udara yang panas. Kemudian, ada hewan kurban yang beratnya sangat minim atau kurus yang diduga kelelahan.

Pihaknya juga sudah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Pemkot Bekasi terkait dengan operasional penjualan hewan kurban di depan Pasar Jatiasih.

 

Ada juga hewan kurban yang abses yang luka di tanduknya busuk. Terhadap sapi yang memiliki penyakit di tanduk tersebut, kata dia, sudah diberikan obat.

“Hari ini sudah kering pas dicek. Kemarin nanahnya dikeluarin, terus disemprot pakai obat, hari ini dicek ternyata udah kering. Jadi Insya Allah sih kondisinya oke, bisa dipotong,” sambungnya.

Dirinya menyarankan supaya para penjual dapat menjaga kondisi maksimal dari hewan kurbannya dengan menempatkannya di tempat teduh.

“Minum juga nggak boleh dibatasi. Minum tuh harus selalu tersedia. Makan juga kalau bisa yang hijauan. Antisipasi ini juga, jadi pokoknya kita terutama harus pakai peneduh, makannya harus cukup, dan minum cukup,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada hewan yang mati mendadak di Kota Bekasi. “Belum ada laporannya hewan yang mati secara mendadak,” ucapnya.

Dirinya memberikan sejumlah tips bagi masyarakat yang ingin memilih hewan kurban yang laik potong. “Tentunya, hewannya benar-benar aktif. Tidak ada kotoran di hidung maupun di telinga. Matanya jernih, berdiri dengan sempurna, kulitnya bersih mengkilap. Berlaku sapi dan kambing,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan, harga sapi di Kota Bekasi berkisar Rp17 juta sampai Rp50 juta/ekor sesuai dengan beratnya. Sementara itu, harga kambing berkisar antara Rp2,5 juta sampai Rp6 juta/ekor.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Marissa Nasution. (Foto: JPNN)

Marissa Nasution Hamil?

ARTIS Marissa Nasution heboh dikabarkan sudah hamil. Kabar ini mencuat setelah perut Marissa terlihat membuncit saat melakukan foto prewedding. Terkait …
BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …