PGPI Kabupaten Ambil Sikap Atas Regulasi Porda 2018

(Ilustrasi) Proses mendarat yang dilakukan atlet paralayang Kota Bekasi sukses saat melakoni laga di Porda XII kemarin.DOK/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Proses mendarat yang dilakukan atlet paralayang Kota Bekasi sukses saat melakoni laga di Porda XII kemarin.DOK/RADAR BEKASI

PERSATUAN Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bekasi mulai ambil sikap dengan menegur Pengurus Daerah (Pengda) PGPI Jawa Barat karena ketidak jelasan regulasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII 2018.

Ketua PGPI Kabupaten Bekasi, Meckry Raditya mengaku, saat ini pihak tuan rumah Porda yakni Kabupaten Bogor mulai tidak fair. Pasalnya jelang Babak Kualifikasi (BK), regulasi sebagai acuan cabang olahraga belum juga diterima.

“Saya ditanya soal kapan pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) juga hal- hal lainnya oleh KONI Kabupaten Bekasi. Sementara dari tuan rumah juga belum ada omongan apapun,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), Senin (28/8/2017).

Pria yang akrab disapa Boy ini meminta, informasi mengenai Porda semestinya bisa terus disampaikan kepada peserta dan tidak ada yang ditutupi.

“Saya juga pengennya buru- buru dan ada jawaban dari KONI Kabupaten Bogor. Gimana lagi, belum ada omongan dari Bogor. Saya jadi pengen tau Bogor maunya apa sih?,” tanyanya

Sejauh ini, Pengda PGPI Jabar juga belum bisa memastikan kapan pelaksanaan BK. Termasuk regulasi yang akan digunakan baik di BK maupun Porda.

“Gimana ya, saya sampai tegur paralayang Jabar juga. Ketua Jabar juga malah bilang sabar-sabar mulu. Khawatirnya kalau sudah waktu dekat BK baru ada kabar,” lanjutnya.

Dirinya berharap, kondisi saat ini sudah harus di tangani KONI Kabupaten Bekasi. Mengingat, banyaknya regulasi yang selalu berubah dan tidak ada kepastian. Baginya, ketegasan pengcab dan KONI daerah saat ini perlu dilakukan untuk memastikan ke pihak tuan rumah.

“KONI nanya ke pengcab. Saya pengen KONI juga nanya ke KONI Bogor. Jangan nanya ke bawah mulu, biar bareng-bareng,” tegasnya.

Pihaknya mengancam jika kondisi ini terus terjadi, pihaknya memilih mundur dari perhelatan Porda XIII 2018.

“Berarti kayaknya sudah diciptakan gini di porda ini. Padahal kita gak gini- gini amat saat jadi tuan rumah dulu. Pikiran terburuk, kita mundur. Porda sendirin aja. Kayaknya saya akan ngobrol juga sama ketua KONI, waktu dekat ini,” jelasnya.

(dan/pj/gob)



loading...

Feeds