Warga Muaragembong Dihantui Abrasi, Berharap Perhatian Pemerintah

Seorang warga melewati bangunan rumah yang terkena abrasi di RT 04/06 Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Senin (28/8). Abrasi di wilayah ini kian meluas. (Foto: Radar Bekasi)

Seorang warga melewati bangunan rumah yang terkena abrasi di RT 04/06 Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Senin (28/8). Abrasi di wilayah ini kian meluas. (Foto: Radar Bekasi)

MASYARAKAT Muaragembong berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memerhatikan kondisi rumah warga yang terkena abrasi laut. Pasalnya, abrasi yang kian meluas berdampak terhadap hilangnya tempat tinggal warga.

Persoalan abrasi ini sudah merupakan isu lama yang tak kunjung mendapat perhatian dari Pemkab Bekasi. Oleh karena itu, warga sekitar meminta keseriusan dari pemerintah untuk menjadikan laut Muaragembong sebagai destinasi wisata dengan membangunkan infrastruktur sebagai penunjang.

Salah seorang warga Kampung RT 004 RW 06 Desa Pantai Bahagia, Kadar mengungkapkan, beberapa rumah tetangganya sudah tergerus air laut, karena dampak abrasi. Sedangkan rumahnya sendiri tidak jauh dari lokasi tersebut. Maka dari itu, ia berharap pemerintah segera bertindak, agar abrasi tidak meluas, dan mengakibatkan hilangnya rumah warga.

”Di sini (Muaragembong) ribuan pohon mangrove harus ditanam untuk mencegah abrasi. Dan hal itu juga bisa menjadi destinasi wisata, yakni hutan mangrove, sekaligus mengelola laut di Muaragembong sebagai objek wisata,” ujar pria yang juga sebagai tenaga keamanan ini.

Sementara, Ketua RT 06 RW 01 Desa Pantai Bahagia, Nawih menuturkan, masyarakat yang tinggal di Muaragembong merupakan orang Bekasi, meskipun ada sebagian perantau. Namun demikian, secara administrasi tercatat sebagai warga Bekasi.

”Muaragembong sangat potensi sebagai destinasi wisata, tapi kalau dari segi pembangunan infrastruktur selalu dianak tirikan. Dan abrasi yang menimpa rumah masyarakat kurang diperhatikan,” kata Nawih kepada Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), Senin (28/8/2017).

Menurut Nawih, warga selalu ‘dihantui’ abrasi. Maka dari itu, sebagai warga, dirinya berharap pemerintah perlu memperhatikan dengan menguncurkan anggaran daerah untuk kepentingan masyarakat, khususnya di sekitar Muaragembong. (and/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …