Sulit Urus Administrasi di Kota Bekasi, Warga: Pemerintahan Apaan Begini?

Warga sedang mengantre pegurusan administrasi di kantor Disdukcasip Kota Bekasi, Selasa (29/8/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

Warga sedang mengantre pegurusan administrasi di kantor Disdukcasip Kota Bekasi, Selasa (29/8/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

EMOSIONAL warga di Kecamatan Bekasi Utara tak bisa terbendung lagi. Betapa tidak, Subi (38) merasa dibohongi oleh program Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kota Bekasi.

Pada Sabtu, (26/8/2017) belum lama ini, Disdukcasip Kota Bekasi melakukan program jemput bola untuk pengurusan administrasi engan program satu hari jadi.

Sugi pun menyambut baik program itu dan ia menjadi salah satu pemohon. Namun, sayang, ternyata program tersebut tidak seperti yang diharapkan.

“Akta yang katanya bisa sehari jadi, ternyata tidak benar-benar jadi dalam sehari,” katanya Selasa (29/8/2017).

Sugi mengaku mendapat kabar jika ada beberapa kendala yang menyebabkan akta tidak benar-benar sehari jadi. Salah satunya terdapat banyak kesalahan pengetikan nama dari pihak staf Disdukcasip yang bertugas.

Sehingga, menyebabkan apa yang dijanjikan harus membutuhkan jangka waktu satu bulan sebulan. Padahal, Sugi berencana setelah melakukan pengurusan akta lahir, ia akan lanjut melakukan pengurusan pembenahan Kartu Keluarga.

“Emang orang-orang pada dikira enggak ada kerjaan kali ya?, disuruh bolak-balik ngurus ini dan itu melulu. Pemerintahan model apaan begini?,” ucapnya.

Ia mengatakan, mengikuti program tersebut karena ingin mendaftarkan nama putri ketiganya yang berusia 10 bulan supaya memiliki akta lahir.

Namun demikian, yang didapat justru kesalahan nama yang meminta dirinya untuk kembali ke Disdukcasip untuk melakukan perbaikan dalam sepuluh hari setelah pembuatan akta lahir. Ia juga sempat dijanjikan bahwa dalam perbaikan tidak memerlukan waktu lama dan bisa langsung diganti.

“udah antri taunya aktenya enggak langsung jadi, masih disuruh nunggu sampai tanggal 25 september nanti disuruh dateng lagi. terus program yang katanya sehari jadi tuh apaan? Ini sih sebulan jadi namanya. Tadi juga banyak orang marah-marah disana,padahal waktu itu katanya gak usah antri lagi,” kata Sugi.

Ia mengimbau, semestinya pemerintah lebih berbenah lagi dalam penyelenggaraan program, terutama berkaitan dengan administrasi warga.

“Ya benar sih sehari jadi. Tapi banyak kesalahan pengetikan nama. Dan itu nggak hanya satu dua huruf aja. Jadi kita harus bolak-balik dinas lagi. Yang mengalami itu juga bukan hanya saya, ada banyak,” tandasnya. (dyt/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …