Kepada Golkar, PDIP Beri Syarat Jika Ingin Berkoalisi

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

Ilustrasi pilkada. (Foto: Jawa Pos)

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum tentu berkoalisi dengan Golkar dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi yang berlangsung 2018 mendatang.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PDIP Kota Bekasi, Dedi Wahyudi, mengatakan PDIP memberi syarat jika Golkar ingin berkoalisi dengan PDIP, maka harus mengambil pendamping dari kader internal PDIP.

“Kita ini partai pemenang. Dan memiliki 12 kursi di DPRD. Jika Golkar ingin koalisi wakilnya harus dari PDIP,” kata Dedi, Selasa (29/8/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Ia mengungkapkan, isu yang beredar saat ini, apabila koalisi Golkar-PDIP tersebut terjalin, maka sepenuhnya diserahkan kepada Rahmat Effendi menentukan siapa yang akan berpasangan dengan dirinya.

Bahkan tersiar kabar, jika Ketua DPD Golkar Kota Bekasi itu telah menyiapkan sejumlah nama dari birokrat.

“Tentunya kami akan menolak, karena kesepakatan kami jika ingin koalisi wakilnya harus dari PDIP,” katanya.

Hingga saat ini, diakuinya, PDIP dan Golkar baru beberapa kali melakukan pertemuan. Namun, pertemuan itu belum membahas jauh terkait koalisi di Pilkada Kota Bekasi.

“Kita terus menjalin komunikasi politik bukan hanya dengan Golkar, tapi juga dengan partai lain,” tutur Dedi.

Namun, Ia menyambut baik wacana koalisi antara Golkar dan PDIP. Meski demikian, dia memandang, koalisi tersebut belum merupakan kontrak politik permanen.

“Kalau saya melihat belum disebutkan kontrak politik secara permanen, baru statement begitu saja. Jadi kami juga belum tahu DPP akan memutuskan koalisi itu secara sungguh-sungguh secara keseluruhan di Pilkada ini atau gimana,” paparnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Kota Bekasi, Maryadi mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan dan keputusan lebih lanjut terkait koalisi Golkar dan PDIP, begitupun dengan Paslon yang akan diusung.

“Masih belum ada keputusan apapun,” ungkap Maryadi.

Ia menuturkan dalam memilih siapa yang akan menjadi pendamping Rahmat Effendi. Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Wali Kota Bekasi itu dalam menentukan calon Wakilnya pada Pilkada mendatang.

“Partai menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Rahmat dalam menentukan pendampingnya. Kita tunggu saja nanti,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Selamat Hari Maritim Nasional!

Selamat Hari Maritim Nasional!

HARI itu, 23 September 1963. Suasana di sekitar Jalan Prapatan (kini Jalan Usman Harun), Jakarta semarak. Indonesia menghelat Musyawarah Nasional …