Catatan Dinsos: 271 Orang Terlantar di Kota Bekasi

Seorang anak gelandangan beraktifitas di kawasan Pintu Air, Medansatria, Senin (28/8). Masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu masih banyak di Kota Bekasi. Foto:Raiza/

Seorang anak gelandangan beraktifitas di kawasan Pintu Air, Medansatria, Senin (28/8). Masyarakat Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) itu masih banyak di Kota Bekasi. Foto:Raiza/

DINAS Sosial Kota Bekasi mencatat ada sebanyak 271 orang telantar di Kota Bekasi hingga 12 Agustus 2017.

Dinsos mengklaim, orang – orang telantar tersebut, mereka yang datang ke Kota Bekasi namun tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan. Mereka kerap tidur di depan ruko ataupun emperan jalan di Kota Bekasi.

Sekretaris Dinsos Kota Bekasi, Asep Saepudin mengatakan, mereka yang telantar berasal dari dalam maupun dari luar Kota Bekasi. Sedikitnya, ada sebanyak 174 orang dari dalam Kota dan 97 berasal dari luar Kota Bekasi.

Asep menjelaskan, orang telantar yang berasal dari dalam Kota Bekasi, mereka yang telantar di daerah lain namun dipulangkan lagi ke Kota Bekasi lantaran tidak memiliki pekerjaan jelas.

Sebaliknya, warga dari luar Kota Bekasi, mereka yang datang ke Kota Bekasi namun tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal.

Ia menyatakan, dikategorikannya mereka sebagai masyarakat telantar berdasarkan surat keterangan dari kepolisian kemudian ditindaklanjuti Dinsos Kota Bekasi.

Bagi masyarakat yang telantar dari luar Kota Bekasi, akan dikembalikan ke tempat asal. “Kalau dari pulau Jawa dan sekitarnya kita kasih uang Rp100 – Rp150 ribu untuk pulang ke kampung halaman,” ucapnya.

Persoalan yang membuat mereka telantar di Kota Bekasi beragam. Diantaranya karena mencari kerja di Kota Bekasi sebagai daerah penyanggah Ibu Kota DKI Jakarta.

“Kebanyakan yang telantar itu karena masalah ekonomi kemudian disini mencari kerja. Karena tidak dapat sampai kehabisan ongkos,” tambahnya.

Sebelum dikembalikan ke daerah asal, mereka dapat terlebih dahulu tinggal di rumah singgah dengan jangka waktu tertentu. Setelah itu, mereka dipulangkan ke daerah asal.

Ia mengatakan, memang tidak ada batasan bagi masyarakat yang hendak mencari kerja di Kota Bekasi. Namun, harus memiliki bekal sehingga mereka bisa mendapat kesempatan kerja.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds