Benarkah Bulu Tangkis Indonesia Tak Lagi Macan Asia Tenggara?

(Ilustrasi) Pebulutangkis wanita, Gregoria Mariska. (Foto: Jawa Pos)

(Ilustrasi) Pebulutangkis wanita, Gregoria Mariska. (Foto: Jawa Pos)

TIM bulu tangkis Indonesia gagal mencapai target di SEA Games 2017. Asa meraih sedikitnya tiga emas seperti SEA Games 2015 Singapura hanya sekadar impian. Setelah meraih satu medali emas dari beregu putra, Indonesia hanya mengirimkan satu finalis di nomor perorangan.

Satu-satunya harapan tambahan emas ditumpukan pada tunggal putra Jonatan Christie. Jika Jojo, sapaan akrabnya, mampu meraih emas, hanya dua emas yang diraih bulu tangkis Merah putih. Itu tetap akan menjadi catatan terburuk Indonesia dari cabor bulu tangkis SEA Games.

Sebelumnya, tim bulutangkis Indonesia sedikitnya selalu meraih tiga emas, baik di sektor beregu atau perorangan. Bahkan, di sektor individu tim Indonesia paling sedikit selama ini selalu memboyong emas dari dua nomor berbeda.

“Ini di luar prediksi. Tapi memang risiko dari pembagian komposisi pemain yang harus kami lakukan karena SEA Games kali ini bersamaan dengan Kejuaraan Dunia,” ucap Susy Susanti, Kabidbinpres PB PBSI. “Semoga Jojo bisa tambah satu emas besok (hari ini, red),” imbuh Susy.

Kemenangan Jojo atas pebulutangkis Vietnam Nguyen Tien Minh kemarin menjadi penghibur. Pada laga itu pemain 19 tahun tersebut menang dua game langsung 21-11, 21-16.

“Jangan dilihat dari kegagalan merebut tiga emas. Tapi coba lihat dari usaha pemain yang sudah kerja keras di sini,” ucap Jojo kemarin. Dia juga membenarkan ucapan Susy. Komposisi pemain yang dibawa pelatnas Cipayung pada edisi SEA Games kali ini kurang komplet lantaran bersamaan dengan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2017 di Skotandia. “Saya akan berusaha yang terbaik di final,” tambahnya.

Harapan terwujudnya All Indonesian final di sektor tunggal putra kemarin batal terwujud karena Ihsan Maulana Mustofa harus mengakui keunggulan wakil Thailand Khosit Phetpradab 10-21, 21-23.

Wakil-wakil lain di semifinal juga tak berkutik. Di ganda putra, pasangan Indonesia Fajar Alfian/Rian Ardianto kalah dari Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh (Thailand) 17-21, 21-23.

Aryono Miranat, pelatih ganda putra Indonesia menyebut anak asuhnya tidak bisa lepas dari tekanan. Dia juga menyebut Fajar/Rian sepanjang laga tidak mampu tampil konsisten.”Ada beban juga karena Fajar/Rian tinggal sendirian. Mohon maaf kami gagal meraih emas,” ucap Aryono.

Tumbangnya Fajar/Rian menular ke tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung. Grego kemarin takluk di tangan pebulutangkis tuan rumah Soniia Cheah dua set langsung 20-22, 13-21. Di tunggal putri Malaysia mewujudkan all Malaysian final setelah Goh Jin Wei di semifinal lain menekuk wakil Thailand Pornpawee Chochuwong 21-9, 10-21, 21-18. (*/ady/pj/gob)



loading...

Feeds

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: Dok/Jpnn

10 Perwakilan MUI Datangi Kedubes AS

POLDA Metro Jaya bakal memfasilitasi pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertemu perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Itu dilakukan Polda sekaligus …