Hasil Rakorcab Gerindra Dinilai Langgar Mekanisme Penjaringan

DPC Partai Gerindra Kota Bekasi saat melaksanakan Rakorcab beberapa hari lalu. Foto: Istimewa/Gobekasi

DPC Partai Gerindra Kota Bekasi saat melaksanakan Rakorcab beberapa hari lalu. Foto: Istimewa/Gobekasi

SEJUMLAH bakal calon (Balon) Wali Kota dari Partai Gerindra mengungkapkan jika hasil Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) Partai Gerindra Kota Bekasi yang memutuskan Anggawira sebagai peraih suara dukungan terbanyak dinilai tidak sah.

Partai Gerindra Kota Bekasi sebelumnya melaksanakan agenda Rakorcab di Rumah Makan Margajaya, Bekasi Selatan, pada 24 Agustus 2017 belum lama ini.

Pada agenda itu, Anggawira mendapat dukungan terbanyak dengan menghasilkan 16 suara dari 31 suara diperoleh dalam Rakorcab DPC Partai Gerindra Kota Bekasi.

Dalam pemilihan yang dilaksanakan secara tertutup tersebut calon lainnya yakni, Andy Firdaus memperoleh 6 suara. Diurutan ketiga, Daris memperoleh 4 suara, dan keempat Ibnu Hajar Tanjung memperoleh 3 suara, sementara Haekal dengan 2 suara. Sementara Dial Hasan dan Bambang tidak memperoleh suara sama sekali.

“Tapi, kita para balon yang mengikuti penjaringan tidak diundang. Hanya Pak Anggawira saja yang diundang. Jelas, kami mencurigai adanya itikad tidak baik Ketua DPC Gerindra dalam pelaksanaan Rakorcab, dan hasil tersebut sangatlah tendensius,” kata Bakal Calon Wali Kota dari Gerindra, Bambang Sunaryo, Senin (28/8/2017) kepada GoBekasi.co.id.

Bambang menilai, jika pelaksanaan Rakorcab DPC Partai Gerindra Kota Bekasi sangat jelas melanggar mekanisme penjaringan yang diadakan oleh Partai Gerindra.

“Seharusnya, Ketua DPC Gerindra menghormati mekanisme penjaringan partai yang saat ini sedang berproses. Bukan malah memainkan pemilihan di agenda Rakorcab. Toh, kita balon lain tidak mendapat undangan sama sekali,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, saat ini, proses penjaringan gerindra sudah menghasilkan enam balon antara lain Bambang Sunaryo, Dial Hasan, Anggawira dan Haekal, Mustofa dan Ibnu Hajar Tanjung. Dan keenam balon sudah diajukan di DPD Gerindra Jawa Barat.

“Yang lebih heran lagi, kenapa muncul nama balon lain yang tidak ikut penjaringan seperti Adi Firdaus (Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi), dan Daris yang gagal lolos penjaringan. Ini namaya mengangkangi mekanisme penjaringan yang sedang di proses. Dan Ketua DPC Gerindra sudah membuat suasana tidak kondusif,” ujarnya.

Bambang beserta bakal calon Gerindra lainnya segera menyurati DPP Gerindra dan membuat mosi tidak percaya kepada Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung.

“Saya akan kirim surat ke DPP dan Mosi tidak percaya kepada Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi, akibat tindakannya yang membuat suasana menjadi tidak kondusip,” tegasnya

Balon lain, Haekal Safar menilai Ketua DPC Gerindra berlaku tidak transparan dan tak obyektif dalam penyelenggaraan Rakorcab Partai Gerindra dalam menentukan nama Balon Walikota Bekasi di tingkat DPC yang lolos untuk direkomendasikan ke tingkat DPD Partai Gerindra Jawa Barat.

“Cara Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi sangat tidak transparan, sangat tidak profesional, sangat tidak adil dan sangat merugikan Bakal Calon lainnya yang sudah mengikuti fit and proper test di DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat. Perlakuan dan cara Ketua DPC Partai Gerindra sangat merusak nama baik Partai yang dibangun Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya kesal.

Lebih lanjut, Haekal mempertanyakan kenapa di acara Rakorcab Gerindra saat itu, hanya dihadiri Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi dan Anggawira saja, padahal kata Haekal di DPD Gerindra Jawa Barat berencana melaksanakan survey secara objektif oleh lembaga survey yg profesional.

“Kenapa sudah melakukan pengambilan suara di DPC dulu, dan tidak menunggu dulu hasil survey di DPD Jabar,” terang Haekal.

Bagi dirinya, jika hasil Rakorcab sudah mendapatkan nama Balon Wali kota, buat apalagi ada survey dari DPD Partai Gerindra Jawa Barat.

“Buat apa ada penjaringan kalau seperti ini?,” tanyanya.

“Iya, saya tidak dapat undangan juga, saya kira apa yang dilakukan oleh Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi merupakan kesalahan besar. Didalam acara juga tidak ada undangan kepada balon lain. Hanya Anggawira saja yang diundang. Perwakilan Partai di Jawa Barat dan Pusat juga tidak ada yang hadir. Apa tidak diundang juga jangan-jangan,” sambung Dial Hasan.

Sementara, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bekasi, Ibnu Hajar Tanjung menyangkal tudingan sejumlah Balon Wali Kota Bekasi dari Partai Gerindra.

“Keputusan yang diambil seluruhnya transparan dan demokratis tidak ada rekayasa. Dilakukannya Rakorcab Partai Gerindra Kota Bekasi, bertujuan agar DPC Partai Gerindra Kota Bekasi bisa merekomendasikan Balon Walikota Bekasi ke DPD Partai Gerindra Jawa Barat berdasarkan penilaian internal DPC Kota Bekasi terhadap sejauh mana Balon tersebut melakukan pendekatan di pengurus cabang,” kilahnya tanpa ingin melanjutkan pembicaraan. (kub/gob)



loading...

Feeds

Selamat Hari Maritim Nasional!

Selamat Hari Maritim Nasional!

HARI itu, 23 September 1963. Suasana di sekitar Jalan Prapatan (kini Jalan Usman Harun), Jakarta semarak. Indonesia menghelat Musyawarah Nasional …