Warga Bekasi Utara Kurang Tanggapi Program Bank Sampah

(Ilustrasi) Para warga sedang mengelola sampah di Bank Sampah Rinola Zapika, Medansatria, Senin (26/12/2016). (Foto: Dok/GoBekasi)

(Ilustrasi) Para warga sedang mengelola sampah di Bank Sampah Rinola Zapika, Medansatria, Senin (26/12/2016). (Foto: Dok/GoBekasi)

PENGADAAN program Bank Sampah nampaknya masih belum bisa membebaskan warga Bekasi Utara dari permasalahan sampah. Nurkilin (21), mengaku di kali dekat rumahnya di Harapan Jaya masih banyak sampah yang dibuang secara bebas. bahkan ia juga mengatakan kalau tidak ada peringatan apapun mengenai membuang sampah sembarangan.

Senada, Akbar (20) juga mengaku masih banyak sampah di lahan kosong dekat rumahnya yang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh tetangganya.

“Penduduk sini masih suka buang sampah ke kali yang ada di belakang rumah tuh,” katanya.

Menurut Camat Bekasi Utara, bapak Lukmanul Hakim, dari banyaknya keluhan seperti itu dikarenakan belum banyaknya orang yang sadar terhadap pengadaan program bank sampah.

“Dari sekitar 146 RW yang ada di Bekasi Utara, baru 12 RW yang aktif dan bergabung dalam program bank sampah. sisanya belum, dengan alasan tidak ada lahan untuk menampungnya” katanya.

“Kalo di kampung itu susah, alesannya gak ada lahan buat naro sampah-sampahnya. kalo di perumahan kan ada, tapi itu juga tergantung warganya setuju atau enggak, soalnya kan mikirnya sampah itu kan bau padahal ya enggak juga” ujarnya kepada GoBekasi pada Kamis (24/08/2017)

Lanjutnya, sekarang ini masih banyak warga yang mengandalkan petugas sampah, daripada mengurus sampah dengan bergotong royong.

“Kayaknya beda sama jaman dulu, warga suka gotong royong, ada juga yg bikin padat karya yang nantinya bisa dijual. kalo sekarang kan mikirnya udah bayar anggaran sampah. ya tergantung orang-orangnya sih.” imbuhnya.

Bank sampah sendiri merupakan salah satu solusi yang dirancang oleh walikota Bekasi dalam mengatasi permasalahan sampah di kota bekasi. tujuannya selain untuk menjadikan kota bekasi menjadi kota yang bersih, juga mengurangi area pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

Ssaya juga masih suka menghimbau kalo ketemu sama RW-RW untuk membuat Bank Sampah ini.  biar gak ada lagi yang ngandelin pembuangan sampah dan gak ada lagi keluhan masih ada sampah liar.” katanya.

“Jadi daripada ngeluh, ya kita bareng-bareng-bareng ikutin program bank sampah ini. gak usahlah mikirnya gak ada lahan atau takut kebauan, toh bank sampah ini kan dibikin sama kita, yang ngumpulin kita, yang ngelola kita, dan nantinya kita juga kan yang terbebas dari sampah-sampah.” tutupnya. (gob)



loading...

Feeds

Selamat Hari Maritim Nasional!

Selamat Hari Maritim Nasional!

HARI itu, 23 September 1963. Suasana di sekitar Jalan Prapatan (kini Jalan Usman Harun), Jakarta semarak. Indonesia menghelat Musyawarah Nasional …