Waspada… Warga Kranji Mulai Kedatangan Serangga Tomcat

Warga Kranji membersihkan selokan, Rabu (23/8/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Warga Kranji membersihkan selokan, Rabu (23/8/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

MUSIM kemarau telah tiba. masyarakat Kota Bekasi diharapkan lebih waspada lagi dengan kemunculan serangga jenis Paederus fuscipes atau kumbang tomcat.
Tomcat mengeluarkan racun tubuh yang kuat sehingga dapat menyebabkan dermatitis yang ditandai dengan kulit melepuh serta mengeluarkan cairan dan gatal.
Masyarakat di Jalan Pemuda RT 03 RW 04, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengaku sudah merasakan kehadiran serangga kecil itu.
“Kadang mah ada, bang, di depan rumah. Cuma ya gak banyak. Paling sebiji (satu ekor serangga),” kata Murni (37), warga setempat kepada GoBekasi.co.id.
Kendati, Murni menampik jika kehadiran Tomcat dikarenakan datangnya musim kemarau yang sudah berjalan sejak dua bulan terakhir.
“Gak juga, musim hujan sama panas sama saja, kadang hujan-hujan juga ada, kok,” ungkap Murni meyakini.
Tidak jauh dari tempat tinggal Murni, beberapa warga terlihat sedang melakukan kerja bakti dengan membersihkan saluran air.
Hanya saja, mereka menampik jika aksi bersih-bersih lingkungan dengan bergotong-royong itu adalah untuk melakukan pembasmian tomcat.
“Enggak kok mas, cuma bersih-bersih saja sifatnya. Ya, sekaligus menjauhkan agar tidak ada jentik nyamuk, kalau untuk membasmi tomcat tidak mungkin, takut kena kulit,” singkat Abas (33).
Abas menerangkan, jika biasanya seragga tomcat tidak beradaptasi di saluran air. Kata dia, tomcat biasa beradaptasi pada lokasi-lokasi yang memang banyak menimbun besi.
“Kaya kayu, besibesi tua, itu pasti banyak mas. Kalau untuk di saluran air ya tidak ada, serangga itu sukanya pada besi-besi karat,” tandas Abas. (kub/gob)


loading...

Feeds