Pilkada Kota Bekasi Sudah sampai pada Tahap Persiapan

KPUD Kota Bekasi saat melakukan sosialisasi jelang penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 melalui seminar bertema 'Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 di Kota Bekasi' yang dihelat di Hotel Amarossa Grande, Margajaya, Bekasi Selatan, Selasa (22/8/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KPUD Kota Bekasi saat melakukan sosialisasi jelang penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 melalui seminar bertema 'Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 di Kota Bekasi' yang dihelat di Hotel Amarossa Grande, Margajaya, Bekasi Selatan, Selasa (22/8/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

KOMISI Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi terus menggiatkan sosialisasi jelang penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, salah satunya melalui seminar bertema ‘Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 di Kota Bekasi’ yang dihelat di Hotel Amarossa Grande, Margajaya, Bekasi Selatan, Selasa (22/8/2017).

Dalam seminar ini, KPUD Kota Bekasi mengajak masyarakat untuk menimba pengalaman sekaligus sharing informasi dengan daerah-daerah yang baru-baru ini menggelar pemilihan kepala daerah di wilayahnya masing-masing.

Hadir dalam acara tersebut Anggota KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon, Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, dan Direktur Perludem Titi Anggraini. Sekaligus sebagai pembicara seminar sehari tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengatakan Pilkada Kota Bekasi sudah sampai pada tahap persiapan.

“Tahapannya, Pilkada serentak sesuai dengan PKPU 1 ya di bulan-bulan ini memang kita sedang melakukan tahapan persiapan,” ujar Ucu.

Ucu menjelaskan, sejumlah kegiatan dalam tahap persiapan ini antara lain perencanaan anggaran, menyusun regulasi atau keputusan-keputusan yang bisa diambil, dan pedoman teknis yang masih dalam masa penyusunan.

Soal pedoman teknis, Ucu menjelaskan, hal tersebut terkait dengan data pemilih dan data pencalonan. Tahap selanjutnya pada Oktober nanti, KPU Kota Bekasi akan merekrut penyelenggara ad hoc, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Selain itu, kata Ucu, sosialiasi terus dilakukan ke masyarakat, terutama terkait warga yang dapat memilih hanya mereka yang memiliki e-KTP.

“Karena memang sekarang aturan pemilih itukan dia harus punya KTP elektronik di wilayah tersebut,” kata Ucu.

Ucu mengatakan, KPUD akan mengonversi data-data yang disampaikan kecamatan dan kelurahan terkait data mutasi penduduk, pindah alamat, pindah domisili, dan meninggal dunia.

Sementara itu, kata dia, jumlah penduduk Kota Bekasi sekitar 2,4 juta. Dari angka tersebut diperkirakan terdapat 1,7 juta pemilih di Kota Bekasi.

“Dibandingkan sebelumnya memang agak jauh. Naik. Peningkatannya 100 – 200 ribu,” katanya.

Peningkatan tersebut terlihat dari perbandingan daftar pemilih tetap pada saat Pemilihan Presiden sekitar 1,7 juta pemilih di Kota Bekasi.

Namun, Ucu menegaskan, Pilpres berbeda dengan Pilkada Kota Bekasi. Sebab, pemilih di Pilkada Kota Bekasi hanya mereka yang berdomisili dan memiliki KTP elektronik Kota Bekasi.

Sementara, Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraeni melihat bahwa penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 menghadapi tantang rendahnya jumlah pengguna hak pilih, oleh karena itu butuh terobosan untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat mengikuti Pilkada.

Ia mengusulkan agar setiap KPU di Kabupaten/Kota di Jawa Barat dapat melakukan kolaborasi untuk membentuk sosialisasi bersama. Hal ini mengingat sekitar 16 Kabupaten/Kota akan menyelenggarakan Pilkada secara bersamaan.

“Dengan kolaborasi sosialisasi oleh 16 KPU yang menggelar Pilkada di wilayahnya masing-masing, diharapkan gemanya bisa terasa lebih luas, apalagi juga ada Pilgub,” tuturnya.

Titi juga menambahkan bahwa ada kolerasi antara jumlah pengguna hak pilih di sebuah wilayah dengan kualitas pejabat yang terpilih, makin rendah penggunaan hak pilih masyarakat, biasanya akan melahirkan pejabat yang kerap tersandung masalah korupsi.

“Kita bisa lihat Pilkada di Kota Medan sebelum 2015 lalu yang rendah pengguna hak pilihnya melahirkan Walikota yang tersandung kasus korupsi,” paparnya.

Jika mencontoh Pilgub DKI Jakarta, lanjut Titi, peran kekuatan tokoh yang dicalonkan juga memegang peran penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Jadi diharapkan parpol di Kota Bekasi bisa mengangkat kader terbaiknya,” tandasnya. (kub/gob)



loading...

Feeds

Pentas seni di SMAN 12 Bekasi, Minggu (17/12/2017). (Foto: Ist)

Pensi SMAN 12 Bekasi Meriah

SMP Negeri 12 Kota Bekasi menyuguhkan kegiatan Fun Walk dan Pensi, kegiatan bertemakan asah-kreativitas ini merupakan bentuk apresiasi pihak sekolah …
(Ilustrasi) ASN Kabupaten Bekasi kembali ke kantornya masing-masing setelah apel pagi, Senin (10/4). Jual beli jabatan di kalangan ASN kini menjadi rahasia umum. (Raiza/Radar Bekasi)

ASN Kabupaten Bekasi Dilarang Cuti karena…

DALAM rangka memaksimalkan penyerapan di Kabupaten Bekasi, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bekasi, Uju, akan memberikan ultimatum kepada para pemangku jabatan …
Cara Mudah Lenyapkan Bekas Jerawat

Cara Mudah Lenyapkan Bekas Jerawat

BEKAS jerawat bisa mengendap di wajah dalam berbagai bentuk, baik berupa bopeng, koreng, flek kehitaman, bahkan kulit yang menjorok ke …