Pelebaran Jembatan Kemang Pratama Terkendala

Pengendara melintas di Jembatan Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (21/8). Target proyek pelebaran jembatan tersebut akan rampung di pertengahan Desember mendatang. Foto:Raiza/Radar Bekasi

Pengendara melintas di Jembatan Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (21/8). Target proyek pelebaran jembatan tersebut akan rampung di pertengahan Desember mendatang. Foto:Raiza/Radar Bekasi

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi melakukan pelebaran jembatan perumahan Kemang Pratama, yang menghubungkan Kecamatan Bekasi Selatan dan Rawalumbu.

Pelebaran tersebut bertujuan untuk memberikan akses jalan penghubung agar lebih optimal.

Kepala Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bekasi, Tri Adhianto menjelaskan, saat ini proyek sudah mulai berjalan. Pembenahan dilakukan sebagai awal dari proses pelebaran dengan melakukan pemasangan beton jembatan (gelagar). Jembatan tersebut mengalami perluasan dengan panjang 30 meter dan lebar 7 meter.

“Saat ini sudah mulai dilakukan, pohon-pohon sudah mulai ditebang. Kemudian pasang bore pile dan gelagar jembatan,” ujar Tri kepada awak media usai mengikuti apel pagi di Halaman Pemkot Bekasi, Senin (21/8/2017) kemarin.

Target pembangunan ini akan selesai pada Desember 2017 mendatang. Hanya saja Pemkot Bekasi masih mengalami hambatan karena tanah yang dijadikan proyek pembangunan masih terkendala pembebasan lahan. Namun demikian, Tri mengaku tidak khawatir karena pemilik lahan sudah memahami rencana pembangunan yang dilakukan Pemkot Bekasi.

“Kendalanya adalah pembebasan lahan, tapi pemilik sudah setuju lahannya dipakai. Pada saat pembangunan diusahakan tidak tutup jalan karena volume kendaraan tinggi,” tandas dia.

Jembatan tersebut tepat berada di atas sungai yang menghubungkan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas. Lokasi tersebut cukup krusial karena menjadi salah satu titik alternatif para pengendara yang mengubungkan Bekasi Selatan dan Rawalumbu.

Pantauan Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), pembangunan sudah menurunkan alat berat yang tengah menumpuk tanah di samping jembatan. Beberapa pohon juga sudah mengalami penebangan.

Salah satu pengendara, Tiana Agustin (21), mengatakan lokasi tersebut kerap mengalami kemacetan karena menjadi titik pertemuan dari beberapa jalan. Menurutnya, pembangunan proyek tersebut sudah tepat karena bisa mengurai kemacetan.

“Cuma masalahnya pada saat pembangunan ini bikin nambah macet apa enggak. Bagus kalau diperlebar, jadi bisa mengurangi kemacetan,” kata warga Galaxy, Bekasi Selatan tersebut.

(yay/pj/gob)



loading...

Feeds