Mulai Oktober, Transaksi di Tol Wajib Pakai E-Toll

(Ilustrasi) Petugas Jasa Marga melakukan Sosialisasi penerapan E-Toll di Pintu Tol Jatiasih Kota Bekasi, kemarin. E-Toll digunakan untuk mengurangi transaksi uang secara langsung. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Petugas Jasa Marga melakukan Sosialisasi penerapan E-Toll di Pintu Tol Jatiasih Kota Bekasi, kemarin. E-Toll digunakan untuk mengurangi transaksi uang secara langsung. (Foto: Dokumentasi/Radar Bekasi)

PENGELOLA jalan tol, PT Jasa Marga bakal menerapkan kewajiban transaksi tol menggunakan e-toll card. Penerapan transaksi elektronik ini dimulai 31 Oktober mendatang.

Deputi General Manager PT Jasa Marga Cabang Tol Jakarta – Cikampek, Cece Kosasih membenarkan adanya kebijakan baru tersebut. Pengguna kendaraan roda empat, nantinya diharuskan menggunakan e –toll card dalam transaksi pembayaran di pintu masuk atau keluar tol.

Cece Kosasih menjelaskan, penerapan hal tersebut didasarkan atas adanya gerakan nasional non tunai dari pemerintah dan Bank Indonesia.

Selain itu, kata dia, hal tersebut juga dilakukan guna peningkatan pelayanan terhadap pengguna tol. “Karena dengan gardu regular dengan e – Toll itu lebih cepat kan. Kalau regular itu sembilan detik, ini (e –toll card) empat detik,” katanya.

Pihaknya telah mempersiapkan upaya mensosialisasilkan hal tersebut kepada para pengguna jalan tol. Mengingat, masih adanya pengguna kendaraan yang belum memiliki dan menggunakan e – toll card.

’’Nanti ada mekanisme. Kita akan bekerja sama dengan bank. Dan si vendor akan berjualan e – toll (card) sebelum masuk gerbang. Ini pun bertahap, nggak sekaligus, ada gerbang mana dulu yang didahulukan,” ujarnya.

Cece melanjutkan, untuk tahap awal penerapan elektronisasi tol akan dilakukan di gerbang tol terbuka. ’’Seperti Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Bayarnya langsung, misalkan ada yang bayar di awal, ada yang bayar di pintu keluar,” ucapnya.

Disinggung terkait dengan nasib para pegawai penjaga pintu tol, ia menegaskan kalau pihak Jasa Marga tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kata dia, para penjaga tol akan tetap dipekerjakan.

’’Prinsipnya tidak ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sesuai informasi dari BPJT maupun dari kantor pusat, memang tidak ada PHK, tidak ada,” katanya.

Dirinya berharap agar seluruh masyarakat memahami bahwa penerapan hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Ia menghimbau supaya masyarakat pengguna jalan tol segera beralih menggunakan e – toll card.

“Segera beralih untuk segera membeli e – Toll, nanti begitu diterapkan mereka sudah familiar. Nanti kita ada sosialisasi juga, ada juga bantuan dari bank juga, masyarakat ini segera untuk beralih,” tutupnya.

(neo/pj/gob)



loading...

Feeds

Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: Dok/Jpnn

10 Perwakilan MUI Datangi Kedubes AS

POLDA Metro Jaya bakal memfasilitasi pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertemu perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Itu dilakukan Polda sekaligus …