Disdik Kabupaten Bekasi Anggarkan Rp30 Miliar untuk Pengadaan Mebeler

(Ilustrasi) Siswa SDN 02 Karangbahagia saat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi. Sekolah di Kabupaten Bekasi saat ini membutuhkan sekitar 34 ribu mebeleur. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Siswa SDN 02 Karangbahagia saat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi. Sekolah di Kabupaten Bekasi saat ini membutuhkan sekitar 34 ribu mebeleur. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

DINAS Pendidikan Kabupaten Bekasi memastikan persoalan ketiadaan bangku sekolah akan segera terjawab. Anggaran Rp30 miliar telah dialokasikan khusus untuk pengadaan mebeler sekolah. Bahkan, meja dan kursi belajar itu pun diklaim telah siap didistribusikan.

“Bangku dan meja sekolah sudah dianggarkan dan sedang dikerjakan. Bahkan ada beberapa sekolah yang sudah mendapatkannya. Sehingga persoalan sekolah yang tidak memiliki mebeler, satu per satu mulai teratasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi MA Supratman beberapa waktu lalu.

MA sapaan akrabnya mengatakan, pengadaan meja dan kursi siswa di sekolah ini seakan menjadi prestasi tersendiri di Kabupaten Bekasi. Soalnya, sejak 2015, anggaran pengadaan sarana sekolah itu gagal diserap dengan berbagai alasan.

“Alasan bisa perusahaan pemenang lelang yang tidak melaksanakan pengadaan serta satuan kerja perangkat daerah yang terlambat menggelar lelang,” ucapnya.

Akibat hal tersebut, lanjut MA mengatakan, terdapat 600 kelas di sekolah dasar dan menengah pertama tidak memiliki bangku. Ribuan siswa pun terpaksa ngampar di lantai. Kondisi itu pun diakui Supratman.

“Memang ini menjadi persoalan tersendiri. Namun kini, karena anggaran sudah menjadi kewenangan Dinas Pendidikan sehingga tidak ada lagi gagal lelang. Siswa juga bisa belajar dengan semestinya,” ujar dia.

Diungkapkan MA, pengadaan kursi dan meja belajar ini memanfaatkan e-katalog yang dinilai lebih efisien. Dari total Rp 30 miliar, dalam perinciannya, meja dan kursi untuk satu kelas akan menghabiskan biaya Rp 50 juta. Namun, dengan e-katalog, kata Supratman, anggaran satu kelas hanya sekitar Rp 38 juta.

“Maka dari total anggaran tersebut, hanya sekitar tiga per empat anggaran yang diserap tapi realisasi fisiknya 100 persen, karena kan harganya ternyata lebih murah dari yang dianggarkan. Kemudian kan sekarang satu kelas muridnya dibatasi jadi lebih hemat juga,” kata dia.

Masih kata MA, untuk beberapa sekolah yang rawan terendam banjir, spesifikasi meja dan kursi belajarnya dibuat khusus. Rangka meja dan kursi menggunakan besi sehingga ketika terendam air tidak mudah rusak. Apalagi, pengadaan meja dan kursi ini telah memasuki tahap perangkaian.

“Jadi sudah dikerjakan, sekarang tahapannya sedang dirangkai. Ada beberapa yang sudah jadi juga, saya minta langsung didistribusikan ke sekolah-sekolah, disebar ke semua kecamatan tidak hanya di kecamatan tertentu. Namun masih banyak yang belum karena masih dikerjakan. Siswa diharapkan bersabar,” imbuh dia.

Dia memastikan, pengadaan meja dan kursi ini akan terus diajukan setiap tahun. Soalnya, masih terdapat banyak kelas lainnya yang tidak memiliki mebeler namun tidak tercatat dalam data Dinas Pendidikan. “Untuk anggaran saat ini tidak semua sekolah, masih terus bertahap namun yang jelas sebagian besar sudah memiliki mebeler. Hanya terus kami anggaran di tahun depan sebagai penyempurnaannya,” tuturnya. (jio/gob)



loading...

Feeds