2 Bulan Kekeringan, Warga Cibarusah Manfaatkan Air Kali untuk Mandi dan Cuci Pakaian

Warga Kampung Cihoe, Desa Rindogalih, Kecamatan Cibarusah, sedang memanfaatkan air kali sebagai tempat cucian dan mandi, Selasa (22/8/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

Warga Kampung Cihoe, Desa Rindogalih, Kecamatan Cibarusah, sedang memanfaatkan air kali sebagai tempat cucian dan mandi, Selasa (22/8/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

MUSIM kemarau panjang yang terjadi di Kampung Cihoe, Desa Rindogalih, Kecamatan Cibarusah, mengaibatkan kekeringan. Ironisnya, pemandangan itu terjadi seja dua bulan terakhir.

Akibatnya, warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, dan terpaksa memanfaatkan air kali berwarna kecoklatan untuk sekadar mencuci pakaian, piring dan mandi.

Bahkan sebagian warga ada yang memanfaatkan air kali tak layak konsumsi tersebut sebagai air minum.

Salah seorang warga, Ihafso mengaku, sudah dua bulan Desa Ridhogalih dilanda kekeringan.

“Saya menggunakan air kali untuk kebutuhan sehari hari. Untuk mandi, cuci piring dan mencuci pakaian. Bahkan ada sebagian orang yang memanfaatkan air kali untuk di minum,” jelas Hafso, Selasa (22/8/2017).

Memang, ia menyadari betul dampak air kali yang kini tengah dimanfatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, Hafso mengaku tidak takut akan terserang penyakit dampak air itu.

“Apa boleh buat mas, kami terpaksa. Allhamdulillah hingga saat ini saya dan keluarga tidak ada yang terserang penyakit seperti gatal-gatal dan lainnya,” tandas Hafso. (kub/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kota Bekasi Sahkan 6 Perda

DPRD Kota Bekasi resmi mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daerah (perda) dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kota …
Belanja di Online Shop Rawan Pelanggaran

48 Mitra Jasa Marga Dapat Dana Pinjaman

SEBANYAK 48 mitra binaan Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek mendapat dana pinjaman hingga Rp750 juta. Dana itu diberikan sebagai penguat usaha …