Bupati Bekasi Yakin Penyerapan Anggaran Bisa Maksimal

Bupati Bekasi Neneng saat diwawancarai awak media, Rabu (27/7/2016). (Foto: Dok/GoBekasi)

Bupati Bekasi Neneng saat diwawancarai awak media, Rabu (27/7/2016). (Foto: Dok/GoBekasi)

BUPATI Bekasi, Neneng Hasanah Yasin menanggapi dingin terkait minimnya penyerapan anggaran oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Padahal, memasuki bulan ke delapan semester kedua, penyerapan APBD Pemkab Bekasi tahun 2017 dari Rp5,6 triliun baru digunakan 30 persen.

“Penyerapan anggaran itu butuh proses secara administrasi dan peraturan yang ada. Kalau main serap saja tanpa mengikuti aturan, nanti jadi masalah,” kata Neneng, belum lama ini.

Meski demikian, Neneng mengklaim jika pihaknya bisa maksimal dalam penyerapan anggaran hingga akhir tahun 2017.

“Pekerjaan dan kegiatankan masih dalam proses. Jadi kami yakin, semua pekerjaan dan anggaran yang direncanakan bisa terealisasi,” ujarnya.

Saat ditanya seperti apa langkah yang bakal dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut?, Neneng menjawabnya dengan ketus.

“Kan saya sudah bilang, ini masih proses dan waktunya juga masih panjang,” tukasnya.

Terkait apakah ada sanksi yang diberikan kepada SKPD yang lamban dalam penyerapan anggaran?, Neneng juga tidak menunjukkan sikap sebagai kepala daerah (pejabat). “Lihat saja nanti,” bebernya singkat.

Menanggapi sikap dari Bupati Bekasi yang kembali terpilih itu, Wakil II Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris menilai tidak sepantasnya seorang pejabat menjawab setiap pertanyaan dari media dengan ketus.

“Ibu Neneng harus serius menyikapi hal ini, termasuk segera berkoordinasi dengan SKPD yang ada. Sebab jika anggaran terserap secara maksimal, maka perputaran ekonomi menjadi lebih baik, dan masyarakat juga bisa merasakan kinerja pemerintah,” ucap Daris saat dihubungi Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), Minggu (20/8/2017).

Ia juga mengingatkan terkait adanya ultimatum dari Presiden Joko Widodo. Bahwa daerah yang realisasi penyerapan anggaran rendah bakal disanksi.

“Kami berharap, Kabupaten Bekasi jangan sampai disanksi. Pasalnya tahun sebelumnya sudah kena sanksi, akibatnya anggaran dana alokasi khusus dipangkas hingga Rp250 miliar,” terang Daris.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds

IMG_20170918_082345

Anggota Kodim 0509 Dites Urine

DANDIM 0509 Kabupaten Bekasi berharap anggotanya tidak terlibat dalam narkoba, baik sebagai pemakai apalagi pengedar. Hal itu diungkapkannya saat tes …