Gembong Narkoba di Kota Bekasi Ditembak Mati Polisi

Kepala Kepolsian Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto saat menerangkan perihal penembakan gembomng narkoba di ruang aula bersama dengan Wakilnya, AKBP Wijonarko, Rabu (16/8/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

Kepala Kepolsian Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Hero Henrianto saat menerangkan perihal penembakan gembomng narkoba di ruang aula bersama dengan Wakilnya, AKBP Wijonarko, Rabu (16/8/2017). Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi

SEORANG gembong narkoba di Kota Bekasi ditembak mati polisi pada Selasa (15/8/2017) malam. Jenazah tersangka, HM (31), kemudian dibawa penyidik ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur untuk keperluan visum.

Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar mengungkapkan, dalam pengungkapan kasus itu polisi juga menangkap rekan HM berinisial IR (29).

Saat rumahnya kontrakannya di Jalan Dewi Sartika, Margahayu, Bekasi Timur, digerebek, mereka berdua sedang memilah narkoba.

“Tersangka HM sedang memilah 15 bungkus sabu paket kecil dengan masing-masing berat 0,25 gram,” kata Hero dalam keterangannya saat jumpa pers, Rabu (16/8/2017).

Hero mengatakan, mereka terkejut saat polisi menggerebek rumah kontrakannya.

Awalnya mereka pasrah saat petugas menggeledah rumah yang dihuni sejak setahun terakhir.

Namun, saat digelandang ke Mapolrestro Bekasi Kota untuk diinterogasi, pelaku HM melawan petugas.

“Tersangka HM berusaha melakukan perlawanan dengan mengambil pistol yang disematkan petugas di pinggang. Khawatir membahayakan, petugas menembak hingga mengenai dadanya sampai tewas di tempat,” jelas Hero.

Menurut Hero, petugas diberikan kewenangan untuk menembak tersangka bila ada perlawanan. Tindakan tegas terukur itu diambil untuk menghindari adanya petugas yang terluka bila tersangka melawan.

“Menembak tersangka diperbolehkan, asal ada perlawanan,” ungkap Hero.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestro Bekasi Kota Komisaris Ujang Rohanda menambahkan, kasus ini terungkap berkat informasi warga.

Masyarakat melapor bahwa di rumah kontrakan yang dihuni tersangka kerap dijadikan ajang transaksi narkoba.

“Petugas kemudian menindaklanjuti laporan itu dengan menggerebek rumahnya. Saat itu, IR baru saja mengirim paket sabu seberat 0,25 gram ke daerah Babelan, Kabupaten Bekasi,” kata Ujang.

Ujang mengungkapkan, polisi masih menggali keterangan tersangka IR untuk mengetahui sepak terjang mereka dalam bisnis narkoba.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka HM merupakan residivis kasus narkoba dan pencurian rumah kosong.

“Kita masih dalami pemasok barang haram itu. Sejauh ini, peredaran narkoba tersangka di daerah Bekasi dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 15 bungkus paket sabu masing-masing seberat 0,25 gram, satu unit timbangan digital, lima paket sabu masing-masing seberat 1 gram, 56 pil ekstasi, delapan bungkus ukuran sedang daun ganja dan lima kilogram ganja kering.

“Akibat perbuatannya tersangka IR dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara di atas 10 tahun,” tandas Ujang.(kub/gob)



loading...

Feeds

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BK Porda Jabar POBSI 2 Kubu?

BABAK Kualikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indoneisa (POBSI) terpecah-pecah. Pasalnya, dalam waktu bersamaan BK …