Setelah Pembangunan 18 Jalan Rampung, Kades Lenggah Sari Targetkan Pendirian BUMDes

Sejumlah siswa saat melintasi jalan lingkungan (Jalin) di desa Lenggang Sari, kemarin. Desa Lenggang sari menargetkan pembangunan jaling selesai tahun ini, sebelum membangun BUMDes, Foto: Pojoksatu.id

Sejumlah siswa saat melintasi jalan lingkungan (Jalin) di desa Lenggang Sari, kemarin. Desa Lenggang sari menargetkan pembangunan jaling selesai tahun ini, sebelum membangun BUMDes, Foto: Pojoksatu.id

PEMERINTAH Desa Lenggang Sari Kecamatan Cabangbungin, saat ini sedang mengejar target 18 titik pembangunan Jalan Lingkungan (Jaling). Ke 18 titik pembangunan Jaling tersebut, harus rampung pada tahun ini.

Karena setelah rampung (18 jalan lingkungan,red), Kepala Desa Lenggah Sari Nasim mengungkapkan, pihaknya akan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Desa Lenggah sari, Nasim mengatakan, 18 titik jaling yang berada di Desa Lenggang sari tersebut tersebar di tiga Dusun. Sementara dana pembuatannya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Saya memang menargetkan harus selesai semua pembuataan Jaling, mangkanya dana APBD saya peruntukan untuk pembuataan Jaling. Kalau Jaling udah selesai setiap RT nya, Desa bisa membangun Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” ucapnya.

Dia mengaku, rencana untuk membangun Bumdes sudah persiapkan dari sekarang. Namun, karena dana yang belum ada, pihak desa sampai sekarang belum bisa menjalankan rencana tersebut, karena masih banyak kebutuhan untuk membangun lingkungan.

“Rencana untuk Bumdes memang sudah ada, tapi belum bisa di jalankan Kemungkinan besar tahun 2018 Bumdes sudah mulai berjalan agar warga bisa berkembang lagi, dan ekonomi setiap warga bisa bertambah,” ungkapnya.

Dia mengaku, rencana Desa Lenggang sari akan membangun Bumdes, sudah disosialisasikan ke warga,”Dari sekarang sudah disosialisasikan ke sebagian warga. Saat ini, kami menampung semua usulan dari warta terkait rencana Bumdes,”tegasnya.

Dia menambahkan, untuk tahun 2017, pembuataan Jaling maupun Tembok Penahan Tanah (TPT) hanya tinggal beberapa persen saja. Karena pembuataan Jaling dan TPT salah satu usulan dari warga.

“Sebenarnya bisa sekarang menjalankan Bumdes, tapi pembuataan Jaling dan TPT enggak bisa di kerjakan. Karena pembuataan Jaling dan TPT kepentingan orang banyak, saya lebih memilih menyelesaikan itu dulu, paling juga hanya tinggal beberapa persen lagi ,” tutupnya.(pra/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …