Sedih… Sosok Zoya di Mata Sang Istri

Siti Jubaedah (tengah) istri korban MA. (Foto: Ist)

Siti Jubaedah (tengah) istri korban MA. (Foto: Ist)

SITI Zubaidah, istri Muhammad Al Zahra alias Zoya (30) masih mengenang sosok suami yang pergi begitu cepat meninggalkan dirinya dan satu orang putra serta anak yang masih dalam kandungan.

Menurut perempuan berusia 25 tahun itu, Joya adalah lelaki yang berbeda dan tidak  bisa tergantikan dengan siapapun.

“Itu yang nggak bisa saya lupain. Belum tentu ada lelaki kaya dia. Seribu satu cowo kaya dia (Joya),” ujar warga asal Kampung Jati, Cikarang Kota, Cikarang Utara, Sabtu (12/8/2017).

Zubaidah beranggapan kala Joya merupakan suami pekerja keras dan tak kenal lelah dalam mencari uang guna menafkahi keluarga.

Berbagai bidang pekerjaan pun telah digelutinya mulai dari bekerja di pabrik besi baja, menjadi buruh proyek, menjual donat, jadi pembuat kaligrafi hingga menjadi seorang teknisi amplifier.

“Pernah kerja di PT SPS (Srirejeki Perdana Steel) Cikarang jadi pengontrol mobil atau yang mencatat keluar masuk mobil, terus dia sakit tipes jadi resign. Setelah itu dia  kerja di proyek selama tiga tahun,” kata Zubaidah.

Selama bekerja di perusahan baja, kata Zubaidah, almarhum juga kreatif membuat kaligrafi dari seng.

“Orangnya nggak bisa diam,  apapun dilakukan apa aja bisa jadi duit. Kaleng aja bisa jadi duit. Kaligrafi dari seng, waktu itu banyak karena terhalang modal jadi nggak diterusin,” tuturnya.

Hingga akhirnya Zoya menjadi teknisi amplifier dan speaker. Profesi yang baru digelutinya selama satu tahun.

Menurut Zubaidah, almarhum awalnya mengikuti aktivitas teman yang berprofesi sebagai teknisi speaker.

Zoya mulai melihat dan akhirnya mencoba untuk membongkar dan memperbaiki speaker. Dengan kegigihan, ia akhirnya bisa memperbaiki speaker dan  amplifier secara otodidak.

“Dari awal pertama dibikin satu speaker, dia mungkin lihat temannya terus dia coba-coba ya itulah anaknya cerdas. Dia nggak patah semangat. Itu yang saya salut,” kenang Zubaidah.

Zoya meninggal dunia dalam sebuah peristiwa tragis yang terjadi di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupate Bekasi, Selasa (1/8/2017). Diduga mencuri amplifier musala, Joya dikeroyok sebelum akhirnya dibakar hingga tewas.

Jenazah Joya pun telah diautopsi tim forensik Mabes Polri pada Rabu (11/8/2017).

Sejauh ini, polisi telah mengamankan lima orang menyusul insiden mengerikan tersebut. Lima orang yang terlibat berinisial SU (40), NA (39), AL (18), KR (55) dan SD (27).

Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga ikut dalam aksi main hakim terhadap Joya. (gob)



loading...

Feeds