Miris, Orang Miskin Terdata Paling Banyak di Kecamatan Domisili Bupati Bekasi

(Ilustrasi) Seorang warga tertidur di depan rumahnya yang terbuat dari bilik bambu di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi meski APBD selalu mengalami peningkatan. Foto: Enriko/Radar Bekasi

(Ilustrasi) Seorang warga tertidur di depan rumahnya yang terbuat dari bilik bambu di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi meski APBD selalu mengalami peningkatan. Foto: Enriko/Radar Bekasi

ANGKA kemisikanan tertinggi di Kabupaten Bekasi terdapat di daerah Kecamatan Pebayuran. Kecamatan ini diketahui sebagai daerah asal juga domisili Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, tepatnya di Desa Karanghaur Kecamatan Pebayuran. Padahal, Kabupaten Bekasi tercatat sebagai daerah industri terbesar se-Asia dengan APBD Rp5,4 Triliun.

“Jadi memang yang paling banyak itu diwilayah yang masih berpenghasilan rendah, seperti di Pebayuran dan Babelan,” tutur Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Edi Rochyadi.

Edi menyebut, warga miskin yang paling banyak berada di Kecamatan Pebayuran, mencapai 52.886 jiwa, peringkat kedua, yaitu kecamatan Babelan mencapai 48.616 jiwa sedangkan yang paling sedikit di Kecamatan Cikarang Selatan sebanyak 6.634 jiwa.

Data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bekasi, angka kemisikan terdata mencapai 550.494 jiwa. namun hasil validasi dan verifikasi Dinsos yang valid hanya sebanyak 542.318 jiwa, karena ada yang ganda sebanyak 31 orang, dan berubah menjadi mampu 1.753 orang, meninggal 4.889 orang dan yang pindah sebanyak 1.503 orang.

Dikatakan Edi, kalau data tersebut juga hasil verifikasi dan validasi Kementerian Sosial (Kemensos), karena mereka yang terverifikasi dan tervalidasi merupakan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN).

“Artinya, data ini sudah terverifikasi di Kemensos,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Bekasi, Eka Supri Atmaja berjanji pihaknya akan fokus untuk membenahi kemiskinan di Kabupaten Bekasi dengan membuat unit pelaksana baru di bawah bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), sehingga nantinya data kemiskinan satu pintu.

“Selama ini kan angkanya berbeda-beda. Dinsos punya data lain, Dinkes beda, dan Disdik juga beebeda. Tapi nanti kami akan buat satu pintu supaya lebih valid. Misalnya, warga miskin dari data yang dimiliki Dinsos bisa digunakan oleh Dinkes, dapi dilihat dulu untuk kepentingan apa,” bebernya.

Eka mengklaim, mulai tahun 2017 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi juga sudah menganggarkan biaya untuk makan bagi warga miskin, walaupun belum banyak, tapi sudah mulai dijalankan ke panti-panti jompo.(dho/pj/gob)



loading...

Feeds

(Ilustrasi) Truk sampah milik DKI Jakarta yang rusak dilempar batu. (Foto: Ist)

Lagi, Truk Sampah DKI Dihujani Batu

UNTUK kesekian kalinya, truk sampah DKI Jakarta kembali diserang kelompok misterius di Jalan Raya Narogong. Namun pelemparan kaca truk sampah …