Warga Tambun Ini Kantongi Rp30 Juta per Bulan, tapi Jual Barang Ini…

(Ilustrasi) Petugas kepolisian mengeluarkan barang bukti sabu dengan total seberat 55,60 gram dari 6 tersangka yang diamankan di Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, pada 25 Desember 2015. (Foto: Andi Saddam Husein/GoBekasi.co.id)

(Ilustrasi) Petugas kepolisian mengeluarkan barang bukti sabu dengan total seberat 55,60 gram dari 6 tersangka yang diamankan di Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, pada 25 Desember 2015. (Foto: Andi Saddam Husein/GoBekasi.co.id)

TERSANGKA pengedar narkoba berinisial MAS mengaku nekat menjual sabu karena tergiur dengan pendapatannya. Soalnya pekerjaan MAS sebagai pencari sisa bahan garmen tidak mampu mencukupi kebutuhannya. Sementara MM, kurirnya, yang bekerja tergiur pada ajakan MAS karena ditawarkan memakai sabu secara gratis.

Dari hasil mengedarkan sabu tersebut, MAS dalam sebulan pendapatanya mencapai Rp 30 juta. Untuk satu kantong sabu ukuran kecil dijualnya Rp1,3 juta. Sedangkan hasilnya digunakan oleh MAS untuk kebutuhan sehari – hari selain pengguna.

MAS adalah seorang mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diringkus petugas di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (10/8). Pelaku MAS, 47, diciduk lantaran mengedarkan narkoba jenis sabu.

Selain MAS, petugas juga mengamankan seorang kurirnya yakni MM, 46, yang sedang beristirahat di rumah.

”Keduanya kami amankan dirumah kontrakan diwilayah Jatimulya,” ujar Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Dedi Wahyudi, kemarin (11/8/2017).

Dedi menjelaskan, kasus ini terungkap berdasarkan informasi masyarakat yang resah dengan aksi mereka selama ini. Dari informasi itu, kata dia, petugas langsung melakukan penggerebekan dirumah MAS.

”Kami temukan satu bungkus dikantong dan diatas kasur 10 gram,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, tersangka telah mengedarkan barang haram itu sejak enam bulan terakhir di daerah Kota dan Kabupaten Bekasi. Sabu yang diterima tersangka MAS, diperoleh dari kawannya berinisial LK asal Jakarta yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). (lea/gob)



loading...

Feeds