Tragedi Zoya Bikin Tukang Servis Amplifier di Bekasi Trauma? Simak Ini…

Rosna, salah satu istri tukang servis amplifier di Babelan. (Foto: Yanuario Emeraldi/GoBekasi)

Rosna, salah satu istri tukang servis amplifier di Babelan. (Foto: Yanuario Emeraldi/GoBekasi)

HAMPIR 2 minggu berlalu kasus pembakaran Zoya atau MA yang diduga mencuri amplifier di sebuah musala yang terletak di Babelan. Beberapa orang yang diduga pelaku pembakaran Joya pun berhasil ditangkap pihak kepolisian. Namun kasus ini tentunya meninggalkan rasa kepedihan bagi warga atas aksi main hakim sendiri hingga membakar korban. Hal ini juga dirasakan oleh Rosna Dewita (30) salah satu pemilik usaha jasa service elektronik di Jalan Raya Perjangan, Kebalen No. 1 RT 04 RW 06, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (11/8/2017)

Rosna mengaku bahwa dirinya baru 2 hari yang lalu mengetahui kasus maling amplifier yang dibakar massa di daerah Muarabakti. Hal ini memicu kekhawatirannya terhadap suaminya yang menjalankan usaha mereka sebagai servis elektronik panggilan.

Rosna mengatakan bahwa sebelum mendengar adanya kasus maling amplifier yang dibakar, ia juga sudah khawatir terhadap suaminya apabila sedang menerima panggilan servis di daerah yang jauh takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan di perjalanannya. Kini setelah mengetahui adanya kasus tersebut, Rosna bertambah lagi rasa kekhawatirannya apabila suaminya disangka pencuri saat memenuhi panggilan servis elektronik.

Tukang servis elektronik di Bekasi trauma

Zainudin salah satu tukang servis di Bekasi Utara. (Foto: Yanuario Emeraldi/GoBekasi)

“Baru 2 hari kemarin saya dengar kasus itu, kasihan juga sama korban, jadi takut suami saya kalau dikira maling terus diap- apain,” ungkap Rosna.

Di lain tempat, Zuhdan Zainuddin (54) yang juga menjalankan usaha jasa servis elektronik di Kampung Irian RT 008 RW 04, Bekasi Utara, menanggapi santai mengenai kasus tersebut. Ia mengatakan bahwa kasus tersebut tidak sedikitpun membuatnya khawatir ataupun takut.

Pasalnya ia tidak melayani panggilan servis, jika ada klien yang ingin menggunakan jasanya harus datang ke kiosnya dengan membawa barang yang akan diperbaiki, terkadang dia hanya mengantarkan barang yang diservis ke rumah klien apabila sudah selesai dibetulkan sekaligus meminta upah jasa. Selain itu, pria paruhbaya ini juga mengatakan bahwa pekerjaannya merupakan hal yang benar dan halal maka tidak perlu takut dengan hal-hal seperti demikian.

“Tidak sedikit pun saya tidak khawatir atau takut. Toh saya kerja halal bukan mencuri kok. Cuek saja saya,” ungkap Zuhdan.

Zuhdan juga menambahkan bahwa dengan beredarnya gambar candaan (meme) yang ada kaitannya dengan kasus Joya yang dibakar hanya akan memperkeruh suasana di Bekasi. Orang di luar daerah akan mencap orang bekasi adalah orang-orang anarkis.

“Candaan seperti itu bagi saya adalah candaan yang membuat suasana di Bekasi semakin keruh, orang luar bisa menganggap kalau orang Bekasi itu anarkis” tutupnya. (mg1/gob)



loading...

Feeds