Kepala SMPN 41 Bekasi Bicara Soal Seleksi Duta Sekolah dan Kesalahan Komunikasi Guru

(Ilustrasi) Siswa SMPN 31 Kota Bekasi saat belajar di laboratorium komputer sekolah. saat ini, SMPN 31 mejadi satu-satunya sekolah berbasis IT di Kota Bekasi.RANDY/RADAR BEKASI

(Ilustrasi) Siswa SMPN 31 Kota Bekasi saat belajar di laboratorium komputer sekolah. saat ini, SMPN 31 mejadi satu-satunya sekolah berbasis IT di Kota Bekasi.RANDY/RADAR BEKASI

KEPALA SMPN 41 Kota Bekasi, Munajam,  mengakui, guru bagian kesiswaan memang menanyai soal pekerjaan orangtua ERA. Setelah mengetahui bapak ERA bekerja sebagai pengemudi ojek online, guru tersebut mencoret sebagai duta sekolah.

Maksud pencoretan itu, jelas Munajam, sebenarnya baik. Sekolah tidak ingin membebani orangtua ERA karena siswa yang terpilih menjadi duta mesti menggunakan pakaian adat sendiri, tidak dibiayai sekolah. Hanya saja, Munajam mengakui, cara sang guru berkomunikasi dengan ERA tidak tepat.

“Kami sudah membicarakan masalah ini secara langsung dengan orangtua ERA, dan meminta maaf atas kesalahan guru kami dalam berkomunikasi,” jelas Munajam, Sabtu (12/8/2017).

Baca juga: Masak Sih, Gara-gara Bapak Ojek Online, Siswa SMPN 41 Bekasi Dicoret dari Daftar Duta Sekolah?

ERA memang dipilih sebagai duta, namun bukan untuk acara di sekolahnya. Yang benar, 19 Agustus 2017, SMPN 41 diminta Kelurahan Bojong Rawalumbu mengikutsertakan 100 siswa. Di kelas 7-A, dipilih ERA dan satu temannya, karena dianggap pas menjadi duta.

“Saya sudah cek lagi, tidak ada agenda kegiatan penyambutan bapak wali kota di SMPN 41 Kota Bekasi. Yang ada adalah kirab budaya di Kecamatan Rawalumbu pada 19 Agustus,” kata Munajam. (gob)



loading...

Feeds