Kenapa Para Tersangka Tega Bakar Zoya? Ternyata Ini Alasannya…

Korban dibakar hidup-hidup. (Foto: Ist)

Korban dibakar hidup-hidup. (Foto: Ist)

POLISI memastikan, tersangka kasus pengeroyokan dan pembakaran hidup-hidup tukang servis ampli M Alzahra alias Zoya di Bekasi akan terus bertambah.

Hal itu didasarkan atas keterangan dan kesaksian sejumlah saksi dan hasil interogasi tersangka yang sudah ditangkap.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adisaputra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/8) menyebut, kini tersangka yang sudah diamankan berjumlah lima orang.

Tiga tersangka baru yang diringkus adalah AL, KR, dan ST. Sebelumnya, polisi sudah menjerat menetapkan SD dan MA sebagai tersangka.

Sudah 5 Terduga Pembakar Zoya Ditangkap, Ini Peran 3 Tersangka Baru

Kapok! Pelaku yang Bakar Zoya di Bekasi Kabur, Langsung Ditembak Polisi!

“Dari beberapa keterangan tersangka dan saksi, masih ada nama-nama yang muncul yang harus dikejar dan dilakukan penangkapan,” ungkapnya.

Asep menuturkan, dari lima pelaku yang sudah diamankan itu, SD adalah pelaku yang memiliki peran paling menonjol.

Pasalnya, SD adalah yang membeli bensin, menyiramkan lantas membakar Zoya.

Tukang servis televisi di Bekasi dibakar hidup-hidup. Foto via youtube

“SD perannya membeli bensin, menyiram dan membakar korban,” jelasnya.

SD, lanjut Asep, tega membakar Joya karena tersulut emosinya akibat mendengar ada maling yang mencuri ampli masjid.

Tanpa pikir panjang, ia pun langsung membeli bensin, menyiram lalu menyulut api yang membakar hidup-hidup Joya di pinggir jalan.

“SD tersulut emosinya sehingga lupa bertindak kejam terhadap korban,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi telah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus pembakaran tukang servis ampli yang diduga mencuri ampli di sebuah musala, M Alzahra alias Zoya.

Dengan begitu, polisi kini total sudah menetapkan lima orang sebagai tersangkanya. Mereka adalah AL, KR, ST, SD, dan MA.

Kelimanya dikenakan Pasal 170 Ayat (2) ke-3e KUHP tentang Tindak Pidana Pengeroyokan Yang Mengakibatkan Kematian dengan ancam pidana 12 tahun penjara.

(ruh/ps/gob)



loading...

Feeds

Rapat Paripurna Penetapan APBD-P Kota Bekasi, Kamis (19/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Sah! APBD-P Kota Bekasi Rp5,7 Triliun

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (19/10/2017). Dalam rapat tersebut DPRD …
Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …
Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

KETUA DPW PKS Jawa Barat memastikan jika tanpa dirinya, koalisi PAS jilid 2 di Pilkada Kota Bekasi dimungkinkan tetap berlanjut. …