Motor Bakal Dilarang Melintas di Jalan Ahmad Yani? Lho…

(Ilustrasi) Suasana Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (11/4/2016) pagi. (Foto: Yakub/GoBekasi)

(Ilustrasi) Suasana Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (11/4/2016) pagi. (Foto: Yakub/GoBekasi)

DEWAN Transportasi Kota Bekasi (DTKB), menolak wacana pelarangan melintas bagi pengendara sepeda motor di Jalan Protokol Ahmad Yani, Bekasi Selatan, karena dianggap tidak relevan dengan situasi yang terjadi.
“Dari pertimbangan teman-teman melalui diskusi DTKB kelihatan agak keberatan dengan wacana itu,” kata Ketua DTKB Harun Al Rasyid, Rabu (9/8/2017).
Wacana pelarangan melintas motor di Jalan Ahmad Yani itu terungkap dalam acara Focus Group Discussion Rencana Umum Pengendalian Pembatasan Sepeda Motor di Jabodetabek Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/2017).
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam forum itu memaparkan hasil kajian konsultan terkait penelitan gangguan sepeda motor di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi yang mengakibatkan kecepatan kendaraan di lokasi itu dihitung hanya 12,5 KM/jam atau berkategori padat.
Atas hasil kajian itu, BPTJ merekomendasikan agar Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan disterilkan dari penggunaan sepeda motor melalui penyediaan sejumlah jalan alternatif, salah satunya Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan.
Dikatakan Harun, hasil kajian konsultan itu tidak merepresentasikan kebutuhan pengendara di Kota Bekasi, karena kemacetan lalu lintas di sana juga tidak berimplikasi langsung pada kemacetan di Jakarta.
Harun mensinyalir, wacana itu ada kaitannya dengan kepentingan bisnis Transjabodetabek yang kini melayani trayek Summarecon Bekasi-Hotel Indonesia Jakarta.
“Ada kemungkinan ke arah sana (bisnis), sebab mereka ingin memindahkan pengguna kendaraan pribadi kepada angkutan umum,” ujar Harun.
Menurutnya, ada dua alasan krusial pihaknya menolak rekomendasi konsultan BPTJ untuk menyeterilkan Jalan Ahmad Yani dari sepeda motor.
“Pertama, data yang disajikan ternyata menurut kami agak aneh.Hasil kajiannya menyebutkan kecepatan kendaraan di Jalan Ahmad Yani hanya 12 KM/jam, sementara di jalur itu tidak pernah macet kecuali saat ada pertandingan bola di Stadion Patriot Chandrabaga akibat lalu lalang suporter,” papar dia.
Pertimbangan kedua, lanjutnya, Jalan Ahmad Yani merupakan jalur tertib lalu lintas yang diawasi intensif instansi terkait agar lalu lintas tetap berjalan lancar.
“‎Jalur tersebut bukan penghubung ke Jakarta langsung. Tapi kalau mau lihat kepadatan pada jam sibuk ada di Jalan KH Noer Alie Kalimalang serta Jalan Sultan Agung hingga kawasan Kranji.
Jalan itu sebenarnya yang menghubungkan langsung Bekasi dengan Jakarta,” tandas Harun. (kub/gob)


loading...

Feeds