Mendikbud Pastikan PPK Tidak Merubah Struktur Kurikulum

(Ilustrasi) Siswa SDN 02 Karangbahagia saat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi. Sekolah di Kabupaten Bekasi saat ini membutuhkan sekitar 34 ribu mebeleur. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

(Ilustrasi) Siswa SDN 02 Karangbahagia saat mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi. Sekolah di Kabupaten Bekasi saat ini membutuhkan sekitar 34 ribu mebeleur. (Foto: Dokumentasi Radar Bekasi)

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memastikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak mengubah struktur kurikulum, dan menambah waktu belajar siswa di sekolah.

Itu sebabnya sekolah diminta tidak melakukan penambahan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas (intrakurikuler) di luar ketentuan kurikulum 2013 maupun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Tidak ada perubahan kurikulum yang dipakai, tetap Kurikulum 2013 atau K-13. Bagi yang belum menerapkan K13 bisa menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sehingga, implementasi PPK diberlakukan dengan masing-masing satuan pendidikan,” kata Menteri Muhadjir, Selasa (8/8/2017) seperti dikutip Jpnn.com (Induk Gobekasi).

Untuk kurikulum 2013 yang dilaksanakan lima hari, anak-anak SD selesai belajar pukul 12.10, sedangkan untuk SMP selesai pukul 13.20.
Setelah itu mereka bisa pulang dan melanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Bisa di sekolah, juga di luar sekolah seperti mengaji di madrasah diniyah.

Kebijakan Lima Hari Sekolah merujuk kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Payung hukum ini mengatur Penguatan Pendidikan Karakter dengan optimalisasi peran sekolah.

Hari sekolah dilaksanakan selama delapan jam dalam satu hari, atau 40 jam selama lima hari dalam seminggu.

Ketentuan itu termasuk waktu istirahat selama 0,5 jam dalam satu hari atau 2,5 jam selama lima hari dalam satu minggu.

Mata pelajaran agama merupakan bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter.

Itu sebabnya, Kemendikbud pun turut bersinergi untuk menjalin kerja sama penerapan Penguatan Pendidikan Karakter dengan Madrasah Diniyah.

Upaya penjajakan sudah ditempuh dengan pertemuan antara Kemendikbud dengan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Agama.

Penguatan Pendidikan Karakter memiliki lima nilai utama meliputi religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Melalui lima hari sekolah, fokus pembinaan karakter berlangsung bukan semata pada Kegiatan Belajar Mengajar intrakurikuler, tapi juga mencakup kokurikuler dan ekstrakurikuler dengan suasana yang menyenangkan bagi siswa. (esy/jpnn/gob)



loading...

Feeds

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …