PPK Tidak Tahu Lokasi Kegiatan Markup Anggaran Zona Aman Sekolah, Lho?

Murid SDN 02 Jatimulya menyeberang jalan saat pulang sekolah. Jalan di depan sekolah ini selalu ramai dan rawan kecelakaan. Foto:Raiza/Radar Bekasi

Murid SDN 02 Jatimulya menyeberang jalan saat pulang sekolah. Jalan di depan sekolah ini selalu ramai dan rawan kecelakaan. Foto:Raiza/Radar Bekasi

DUGAAN adanya markup anggaran pembuatan zona aman sekolah semakin menguat. Pasalnya, selain Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Suhup, pejabat pembuat komitmen (PPK) dari kegiatan tersebut juga tidak bisa menyebutkan di mana saja lokasi pembuatan zona aman tersebut.

PPK kegiatan pembuatan zona aman sekolah, Deni Hendra, tidak bisa menyebutkan di mana saja lokasi kegiatan yang menyedot anggaran Rp979 juta tersebut. Ia hanya membantah adanya markup anggaran pembuatan zona aman sekolah di 12 lokasi itu.

“Itu tidak markup, jadi anggaran Rp 979 juta itu banyak keperluan, belum untuk cat dan pajak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidsu Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Rudi Panjaitan, mengaku saat ini belum mengetahui adanya dugaan markup anggaran pada kegiatan di Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi.

Kata dia, pihaknya bakal memelajari dan menelusuri dugaan tersebut jika ada laporan.

“Saat ini belum ada laporan, jadi saya kurang tahu, tapi kalau ada laporan pasti kita proses,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Forum Studi Mahasiswa dan Kemanusiaan untuk Demokrasi (FSMKD), Hasan Basri, mengatakan pihaknya berencana mengajukan laporan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi terkait dugaan markup anggaran kegiatan pembuatan zona aman sekolah.

“Garis kemiskinan di Kabupaten Bekasi ini masih tinggi. Tentu sangat miris kami kalau pejabatnya malah melakukan pemborosan anggaran, salah satu contohnya ini. Masak cuma beli cat dan beberapa tiang saja anggaraannya bisa mencapai hampir Rp1 miliar untuk 12 titik,” katanya.

Hasan tidak merinci kapan akan melaporkan dugaan tersebut ke kejaksaan. Ia hanya mengatakan data-data yang ia miliki hampir lengkap. Kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat laporan ke kejaksaan terkait persoalan tersebut.

Menurut Hasan, anggaran pembuatan zona aman sekolah yang hampir mencapai Rp1 miliar tersebut diduga dikorupsi.

“Ketinggian kalau menurut saya anggarannya, hasil kajian kami bersama juga ada dugaan penyalahgunaan,” ujarnya. (and/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilutrasi Raperda

DPRD Kebut 22 Raperda

DPRD Kota Bekasi tengah mengebut penyelesaian 22 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) hingga akhir tahun 2017 ini. Ketua Badan Legislatif (Banleg) …
Pembangunan tribun lapangan multiguna, Bekasi Timur, Jumat (24/11/2017). (Foto M Yakub)

Stadion Mini Multiguna Mulai Digarap

PEMERINTAH Kota Bekasi kembali memulai bangun kursi penonton di Stadion Mini Multiguna, Bekasi Timur. Pantauan GoBekasi, yang terbangun hanya baru …