2 Warga Provokator Bakar Orang Ditangkap, Ini Kronologis Rincinya

Polres Metropolitan Bekasi saat merilis keterangan resmi terkait kasus pencurian Amplifier di Musala Al-Hidayah   Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Senin (7/8/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

Polres Metropolitan Bekasi saat merilis keterangan resmi terkait kasus pencurian Amplifier di Musala Al-Hidayah Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Senin (7/8/2017). Foto: Istimewa/Gobekasi

POLRES Metropolitan Bekasi menetapkan dua orang tersangka sebagai otak dibalik pengroyokan atau main hakim sendiri terhadap Muhamad Alzahra alias Joya (30) yang tewas di keroyok massa di Kampung Muara RT 12 RW 07, Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan pada, Selasa (1/8/2017) lalu.

Hal ini merupakan buntut dari pengembangan kasus pencurian Amplifier di Musala Al-Hidayah Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, sebelum waktu kejadian di keroyok massa.

“Tersangka berinisal NA (39) bekerja wiraswasta dan SU (40) yang merupakan seorang security,” kata Kepala Polres Metropolitan Bekasi, Komisaris Besar Polisi Asep Adisaputra, Senin (7/8/2017).

Kata Asep, kedua tersangka adalah orang yang pertama memprovokasi warga dengan mengeroyok Joya usai dilakukan penggeledahan barang bukti amplifier oleh marbot Musala Al-Hidayah, Rojali.

Dalam konferensi pers ini, Asep menjelaskan secara rinci kronologis kejadian sebelum Joya dibakar oleh massa usai di keroyok sampai berlumuran darah.

Dari keterangan Rojali kepada penyidik, mulanya Rojali baru saja mencoba microfon yang tersambung dengan amplifier di Musala Al-Hidayah.

Microfon tersebut digunakan Rojali untuk mengumandangkan adzan dzuhur pada pukul 15.08 WIB. Usai salat berjamaah, Rojali yang merupakan marbot musala lantas menyiram tanah di halaman musala.

Tak lama, atau sekitar pukul 16.30 WIB, Joya lantas datang ke musala dan menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim. Kala itu, terang Asep, Joya datang menggunakan tas hitam dengan bawaan kantong kresek berwarna hitam.

“Pelaku pencuri (yang meninggal dunia) datang menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo berwarna merah bernomor polisi B-6756-FRF, lalu salat, dan pergi. Tak lama, Rojali masuk dan mengetes suara microfon untuk keperluan Haul, tapi tidak ada suara, ternyata setelah di cek, amplifiernya sudah tidak ada,” papar Asep.

Setelah itu, Rojali lantas memanggil istrinya dan menanyakan tentang amplifier. Ternyata, istri Rojali tidak mengetahui. Ia pun mempunyai firasat kalau amplifier itu telah dicuri.

Rojali lantas pergi dan mencari pria yang telah dicurigainya, Joya. Ternyata pencarian Rojali membuahkan hasil. Joya ditemukan di Kampung Muara RT 12 RW 07, Desa Muarabakti, Kecamatan Babelan.

“Rojali meminta amplifier itu, setelah itu. warga yang mengetahui tindakan Joya lantas naik pitam. Mereka ramai-ramai mengeroyok Joya sampai babak belur hingga berakhir dengan pembakaran,” katanya.

Memang, tegas Asep, Joya telah dinyatakan sebagai tersangka pencurian dengan barang bukti yang kuat dan berdasarkan pelaporan warga.

Dalam kasus pencurian Joya, polisi memastikan barang bukti amplifier yang dibawa Joya adalah barang curian sesuai dengan kecocokan nomor seri pada amplifier milik Musala Al-Hidayah.

“Ciri-cirinya sama, ada bekas kotoran burung gereja di amplifier yang dimasukan ke dalam tas milik pelaku, dan adanya bekas potongan kabel pada amplifier yang cocok dengan potongan pada kabel amplifier di Musala Al-Hidayah,” terang dia.

Disamping itu, Polres Metropolitan Bekasi tetap mengusut perihal kasus aksi main hakim sendiri yang menyebabkan warga asal Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, itu tewas dengan kondisi mengenaskan.

Artinya, saat ini kepolisian tengah menangani dua kasus terhadap satu persoalan. Yakni, persoalan pertama adalah kasus pencurian dan kedua adalah kasus pengeroyokan terhadap orang yang diduga sebagai pelaku pencurian tersebut.

“Untuk kasus pencurian, yang kita periksa sudah ada 8 orang saksi. Dimana saksi ini, menerangkan dugaan pencurian benar adanya dengan penguatan barang bukti. Dan sudah memeriksa 9 orang saksi dalam kasus pengroyokan atau main hakim sendiri dan menetapkan dua orang tersangka,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Asep, pihaknya juga sudah kembali mengidentifikasi kembali tersangka baru terkait aksi main hakim sendiri. Sedikitnya, ada 5 orang lainnya yang juga menjadi pelaku dengan perannya masing-masing.

“Diantara perannya, adalah orang yang menyiram tubuh korban dengan bensin, dan ada juga yang berperan menyulutkan api, dan ada juga yang berperan memukul dengan benda tumpul,” kata Asep.

Saat ini, lima orang tersebut masih dalam pengejaran polisi. Karena itu, Asep mengimbau agar para pelaku yang sudah terindentifikasi itu menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Karena bagaimanapun, polisi berkomitmen untuk tidak tebang pilih atau berperilaku adil. Meskipun menurut Asep, Joya dinyatakan sebagai pelaku pencurian amplifier Musala Al-Hidayah.

Namun, tidak sepatutnya, warga berperilaku buas dan main hakim sendiri hingga menyebabkan pelaku meninggal dunia dengan cara di bakar.

“MA (Joya) dilindungi adanya Hak Asasi Manusia (HAM). Negara kita, negara hukum, tidak boleh main hakim sendiri. Ada undang-undang juga mengamanatkan kepada seluruh WNI apabila menemukan tindak kejahatan boleh mengamankan, tertangkap tangan sifatnya atau tertakap basah namun UU juga menginsyaraktkan bahwa selanjutnya adalah agar setelah itu diserahkan kepada pihak yang berwajib. Jadi tidak menegakan hukum dengan cara melanggar hukum. Itu namanya mencederai penegakan hukum,” jelasnya.

Sementara itu, kata Asep, pengakuan tersangka pengeroyokan NA dan SU, berasalan kalau tega mengkeroyok Joya lantaran telah mencuri barang berupa amplifier di Musala Al-Hidayah.

“Alasan tersangka hanya karena MA mencuri amplifier saja. Untuk hukumannya, tersangka dan lima orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dikenakan pasal 170 Ayat (2) ke-3e Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara,” tandas Asep. (kub/gob)



loading...

Feeds

Rapat Paripurna Penetapan APBD-P Kota Bekasi, Kamis (19/10/2017). (Foto: Muhammad Yakub/GoBekasi)

Sah! APBD-P Kota Bekasi Rp5,7 Triliun

ANGGARAN Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2017 Kota Bekasi disahkan dalam rapat paripurna, Kamis (19/10/2017). Dalam rapat tersebut DPRD …
Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

Rekom Sutriyono Masih Bisa Dievaluasi

REKOMENDASI Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) terhadap anggota Komisi IV DPR RI, Sutriyono masih dapat dievaluasi. Demikian …
Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

Tanpa Syaikhu, PAS Jilid 2 Berlanjut

KETUA DPW PKS Jawa Barat memastikan jika tanpa dirinya, koalisi PAS jilid 2 di Pilkada Kota Bekasi dimungkinkan tetap berlanjut. …