Thamrin Usman, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Meninggal Usai Rapimnas di Bali

KETUA Komisi II DPRD Kota Bekasi, Thamrin Usman, meninggal dunia usai menjadi peserta Rapimnas Partai Hanura di The Stone Hotel, Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017) petang.

Thamrin menghembuskan nafas terakhirnya di sebuah warung makan, Jalan Raya Kuta, Bandung, Bali, Jumat (4/8/2017) sekitar pukul 15.00 Wita.

Adji Inai Citrawati, istri Thamrin, mengaku kalau suaminya mengidap penyakit jantung selama beberapa tahun belakangan ini. Bahkan, 2 tahun silam, kata Inai, Thamrin sempat mengalami operasi jantung.

Singkat cerita, usai melaksanakan Rapimnas Partai Hanura. Inai dan Thamrin, menuju rumah makan padang di lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Disanah, Thamrin ingin minun air kelapa muda.

“Kami duduk minum es kelapa. Saya bilang, saya tinggal sebentar mau lihat-lihat barang. Setengah jam saya tinggal, saya balik dan duduk di sampingnya. Tiba-tiba dia jatuh di pundak saya. Bapak memang memiliki riwayat sakit jantung,” katanya.

Inai mengatakan, awalnya dia mengira suaminya hanya kolaps karena dia biasa begitu. Kemudian berteriak minta tolong kepada pemilik warung karena suaminya mengalami serangan jantung.

“Pemilik warung pun mengambil tikar dan saya baringkan bapak. Setelah itu dua kali bunyi denyut dan langsung hilang. Sebelumnya saya juga sudah punya firasat. Seharian dia jatuh melulu saat jalan. Saya pikir asam urat. Jadi saya bilang, nggak usa jalan lagi. Jadi kami pun duduk di warung itu,” jelas Inai.

Ternyata, Inai tidak mengira kalau suaminya bakal menghembuskan nafas terakhirnya disanah. Beruntungnya, Thamrin meninggal terkulai dipundak Inay.

“Selanjutnya dibawa ke Forensik RSUP Sangalah, dan pada tadi malam jenazah dipulangkan menggunakan pesawat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bandara Halim Kusuma, Jakarta,” pungkas dia.

Senada, Ketua DPC Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali, setelah mendengar anggota mereka meninggal, ia bersama Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) langsung mendatangi kamar jenazah ruang Forensik RSUP Sanglah.

“Waktu berangkat dari Bandara Halim menuju Bandara Ngurah Rai tidak ada tanda-tanda beliau sakit karena memang sehat. Pada saat acara rapimnas kami bertemu dan tidak ada tanda-tanda kesehatannya menurun. Selang tiga jam setelah kami berpisah, karena saat itu kami masih di acara rapimnas. Sementara beliau sudah pulang duluan. Tiba-tiba kami mendapat berita beliau sudah dipanggil Allah Swt,” ujarnya.

Ral sapaan akrabnya, mengatakan, peristiwa tersebut langsung mendapat respons dari Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Dikatakan Ral, ketua umum langsung mendatangi ruang Forensik RSUP Sanglah untuk melihat jenazah almarhum dan memfasilitasi kepulangan jenazah korban ke Bekasi dengan dikawal tiga rombongan dari Bekasi.

Thamrin Usman tutup usia pada angka ke 65, ia merupakan wakil rakyat yang sudah 3 periode menduduki kursi DPRD. dua periode melalui Partai Amanat Nasional (PAN), di periode 2014-2019, Thamrin dilantik sebagai anggota dewan dari Partai Hanura.

Sebelum meninggal, beberapa rekanny di DPRD Kota Bekasi mengaku sempat mendapatkan pesan dari Thamrin melalui sambungan selularnya. Isinya adalah Thamrin meminta maaf jika ada kesalahan dalam memimpin Komisi II DPRD Kota Bekasi.

“Saya pagi-pagi (jumat, 4/7/2017) sempat menerima sms dari Bang Thamrin. Dia meminta maaf jika selama kerjasama dengan almarhum di Komisi II. kebetulan saya kan dipindah bukan di Komisi II lagi.” ujar anggota Fraksi PDIP, Reynold F Tambunan.

Thamrin Usman dikenal sangat tegas selama 3 periode menjadi anggota DPRD kota Bekasi. Termasuk dalam memperjuangkan aspirasi konstituennya, itulah sebabnya Thamrin terpilih kembali setelah perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang belum lama ini sah di paripurnakan. (kub/gob)



loading...

Feeds