Kasus Terduga Maling Amplifier yang Dibakar, Polisi Periksa 8 Saksi

Kerabat Jya saat melihat makam Joya di  TPU Kedondong, BTN Buni Asih Kongsi, Cikarang Utara.  Foto: Istimewa/Gobekasi

Kerabat Jya saat melihat makam Joya di TPU Kedondong, BTN Buni Asih Kongsi, Cikarang Utara. Foto: Istimewa/Gobekasi

BUNTUT dari aksi main hakim sendiri terhadap terduga maling amplifier di Musala Al-Hidayah, M Alzahra alias Joya (30), yang tewas dibakar hidup-hidup oleh warga Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, berlanjut kepemeriksaan.

Kepala Polres Metropolitan Bekasi, Komisaris Besar Polisi, Adi Saputra, mengaku kalau pihaknya masih terus menyelidiki kasus Joya dan warga kampung Cabang Empat yang main hakim sendiri.

“Sudah aa delapan orang yang kami mintai keterangan sebagai saksi, termasuk istti terduga pelaku, Siti Jubaida (25),” ungkap Asep, Sabtu (5/8/2017).

Menurut Asep peristiwa itu benar dan telah ada petunjuk dari saksi yang melapor tentabg hilangnya amplifier di Musala Al-Hidayah.

“Juga benar orang yang diduga mencuri meninggal dikeroyok massa dilaporkan sebagai pengambil barang,” ujar Asep.

Karena itu, Asep mengaku kesulitan mengungkap kasus ini. Meski begitu pengusutan tetap terus dilakukan.

Seperti diketahui, terduga pelaku, Joya, disebut-sebut berprofesi sebagai tukang service. Joya tinggal di Kampung Kavling Jati, RT 04 RT 05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara.

Kepergian Joya secara mengenaskan karena ulah main hakim sendiri dimungkinkan membendung kekecewaan istrinya, Siti Jubaida. Sebab, kini Jubaida telah mengandung anak kedua Joya yang sudah menginjak 7 bulan dan mengurus buah hatibya yang berusia 4 tahun, Alif. (kub/gob)



loading...

Feeds