Innalillahi… Jamaah Haji Asal Cibitung Wafat di Tanah Suci

Keluarga menunjukan foto Sukamto Sudarman Muryadi semasa hidupnya. Sukamto meninggal dunia sebelum ziarah ke makam Rasulullah SAW di Raudhoh, Masjid Nabawi, Madinah, Kamis (3/8). Foto:Raiza/Radar Bekasi

Keluarga menunjukan foto Sukamto Sudarman Muryadi semasa hidupnya. Sukamto meninggal dunia sebelum ziarah ke makam Rasulullah SAW di Raudhoh, Masjid Nabawi, Madinah, Kamis (3/8). Foto:Raiza/Radar Bekasi

WIDIYANTI Nurmala Wulan (30) tersentak kaget dan shock mendengar kabar dari saudaranya di tanah Suci Madinah Arab Saudi. Ayahandanya, Sukamto Sudarman Muryadi (60), jamaah haji asal Kabupaten Bekasi meninggal karena diduga kelelahan dan terjatuh di lift hotel tempatnya menginap, pukul 09.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Kamis (3/8/2017).

Sukamto sempat dilarikan ke rumah sakit setelah dilakukan pertolongan pertama, namun sayang nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dikatakan Wulan, awalnya ia bersama adiknya tidak percaya karena pada saat berangkat ayahandanya dalam keadaan sehat. Namun setelah ibundanya, Sainih (58) yang juga ikut pergi haji bersama ayahandanya, membenarkan kabar duka tersebut.

“Kabar itu kami terima Kamis pukul 12.00 WIB. Saudara yang juga pergi haji satu hotel sama kedua orang tua saya, tapi beda rombongan mengabarkan ke sini (keluarga di rumah) kalau bapak meninggal, dan minta bersabar” ucap dia saat ditemui Radar Bekasi (Grup Gobekasi) di kediamannya, RT 03/RW 01 Kp. Cibuntu Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Jumat (4/8/2017).

Jamaah yang tergabung dalam kloter 16 ini dan pemilik paspor B6007483 itu, rencananya selesai salat Subuh dan sarapan, akan mengikuti ziarah yang diselenggarakan KBIH ke Masjid Nabawi dan ziarah ke Roudoh dan makam Nabi Muhammad SAW. Namun Sukamto sepertinya kelelahan sebelum umroh dan wukuf di Arofah.

Wulan mengatakan, tidak ada firasat apapun sebelumnya dari keluarga kalau ayahandanya akan meninggal di tanah suci. Tapi masih ingat di kepalanya sebelum berangkat, lelaki pensiunan di salah satu perusahan swasta itu mengumpulkan anak-anaknya untuk meminta maaf dan selalu berpesan agar jangan meninggalkan salat dan beberapa pesan kebaikan lainnya.

“Keluarga sudah ikhlas, dan meninggalnya bapak kan di tempat suci mudah-mudahan Allah merahmatinya,” ucap dia dengan mata berkaca-kaca.

Dikatakan Wulan, kalau ayahandanya memang memiliki riwayat penyakit dan sempat mengalami stroke di tahun 2009. Kemudian sembuh dan mendaftar haji pada tahun 2011. Namun penyakit strokenya kambuh lagi di tahun 2013 hingga akhirnya dinyatakan sehat oleh dokter.

“Kalau lihat kondisi awal berangkat keadaanya sehat, dan memang kita sering nasehati supaya jangan capek-capek karena bapak rajin ibadahnya salat malam salat wajib dan sunah tidak pernah ditingalkan” kenang Wulan.

Dikatakan, sebelum bertolak ke tanah suci sempat menginap di Asrama Haji Bekasi, ayahandanya meminta makanan kesukannya rendang daging, kata dia terlihat ayahanda menyantap dengan lahap bahkan makannya juga lebih banyak dari pada biasanya.

“Pertama kita tawarin telur dia tidak mau, maunya rendang memang makannya banyak juga,” kata dia.

Seingat Wulan, terakhir kali komunikasi dengan ayahandanya setiba di bandara King Abdul Aziz dan kemudian lakukan komunikasi lagi. Namun belakangan telepon selulernya tidak bisa dihubungi.

“Makanya kita kaget pas dengar kabar kalau bapak meninggal disana (Arab Saudi),” imbuhnya lagi.

Dikatakan Wulan, kalau pihak keluarga sempat meminta supaya jenazah ayahanda bisa dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan, namun informasi tetap dimakamkan di pemakaman umum di Arab Saudi.

Ia berharap kalau ibunya yang juga sudah berumur bisa menjalankan ibadah haji dengan baik hingga bisa menjadi haji yang mabrur, karena memang harapan keluarganya.

“Sekarang keluarga berharap ibu selamat dan diberi kesehatan dan bisa beribadah haji dengan baik hingga pulang ke tanah air, keluarga juga sudah kumpul dan melakukan tahlilan untuk almarhum bapak,” kata dia. (dho/pj/gob)



loading...

Feeds

Ilustrasi vaksin. (Foto: vaccineressitancemovement)

3 Tahap Vaksinasi Difteri

ADA beberapa tahapan agar anak-anak terhindar dari penyakit Difteri yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa …