Tahun Ini, Superqurban Rumah Zakat Tambah Fokus Pemberdayaan

CEO Rumah Zakat Nur Efendi dan fasilitator Desa Berdaya Murjiyati menunjukkan contoh kemasan daging kurban program Superqurban tahun 2017

CEO Rumah Zakat Nur Efendi dan fasilitator Desa Berdaya Murjiyati menunjukkan contoh kemasan daging kurban program Superqurban tahun 2017

MENYAMBUT Hari Raya Idul Kurban tahun 2017 ini, program Superqurban Rumah Zakat menambah fokus pemberdayaan. Kategorinya, bantuan bencana dan kemanusiaan, pemberdayaan desa, pemberdayaan masyarakat, dan menyasar wilayah-wilayah rawan pangan.

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengungkapkan, tahun 2017 pihaknya meluncurkan inovasi berupa varian olahan daging kurban menjadi rendang.

“Cita rasa rendang diminati banyak lapisan masyarakat, termasuk masyarakat penerima manfaat yang dibantu oleh Rumah Zakat,” papar Nur.

Daging-daging kurban yang dibagikan dalam bentuk kemasan itu, sambungnya, nanti bakal ditebar ke wilayah yang mengalami bencana dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Diantaranya akan dikirim ke korban banjir bandang di Belitung Timur,” imbuhnya.

Daging Superqurban, imbuhnya, juga bakal didistribusikan ke 1.081 Desa Berdaya binaan Rumah Zakat. Desa-desa ini adalah masyarakat yang masih mengalami kekurangan gizi, jarangnya masyarakat yang konsumsi daging, dan lemahnya kondisi ekonomi.

Berikutnya, daging kornet Superqurban sebanyak 7.500 bakal didistribusikan ke desa-desa pelosok dan pulau terluar di nusantara melalui ekspedisi NKRI di koridor Papua bagian selatan bersama TNI Angkatan Darat mulai Agustus hingga November 2017.

“Kami juga luncurkan program Kapal Nusantara Berdaya untuk mendistribusikan ratusan kornet Superqurban bagi masyarakat di pulau-pulau kawasan Maluku Utara,” paparnya.

Distribusi Superqurban berikutnya, imbuh Nur, dikirim ke sejumlah wilayah yang mengalami rawan pangan, baik dalam dan luar negeri. Berbagai kondisi krisis pangan yang diakibatkan bencana maupun beragam konflik kemanusiaan menjadi prioritas. Bantuan serupa sudah dilakukan untuk korban bencana alam dan rawan pangan di luar negeri, seperti Nepal, Myanmar, Suriah, Turki, hingga Somalia.

Mengutip catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ungkap Nur, ada 1.368 bencana pada tahun 2017. Rentetan peristiwa alam itu berdampak pada 1,7 juta penduduk di Indonesia, 18.983 unit pemukiman rusak, 227 jiwa korban hilang dan meninggal.

Superqurban merupakan optimalisasi daging kurban yang diolah menjadi kornet. Kornet Superqurban didistribusikan diantaranya sebagai salah satu bahan pangan yang bisa dikonsumsi langsung oleh masyarakat yang terdampak bencana. (zar/pj/gob)



loading...

Feeds