Dishub Bantah Pengerjaan Zona Aman Makan Anggaran Rp1 Miliar Lebih

Murid SDN 02 Jatimulya menyeberang jalan saat pulang sekolah. Jalan di depan sekolah ini selalu ramai dan rawan kecelakaan. (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

Murid SDN 02 Jatimulya menyeberang jalan saat pulang sekolah. Jalan di depan sekolah ini selalu ramai dan rawan kecelakaan. (Foto: Raiza/Radar Bekasi)

KEPALA Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Suhup, mengakui kegiatan pembuatan zona aman sekolah pada tahun lalu dikerjakan untuk 10 sekolah. Namun ia membantah kalau anggaran pembuatan zona aman tersebut sebesar Rp1,2 miliar.

”Setahu saya anggarannya Rp800 juta untuk 10 sekolah, kalau di mananya saja kurang ingat saya,” katanya saat dihubungi Radar Bekasi (Grup gobekasi.co.id), Rabu (2/8/2017).

Suhup membantah jika dikatakan ada markup anggaran dalam pembuatan zona aman sekolah.

”Gak ada markup itu, kan untuk memblok jalan sebagai sarana anak-anak nyebrang, dan memasang tiang-tiang rambu lalu lintas,” ujarnya.

Suhup tidak menyebutkan sekolah mana saja yang dibuat zona aman. Namun di SDN 02 Jatimulya, justru tidak dibuatkan zona aman sekolah. Padahal sekolah ini berada di pinggir jalan raya.

Staf Pelaksana Tata Usaha SDN 02 Jatimulya, Farida, mengatakan pihak sekolah sudah pernah mengusulkan pembuatan zebra cross atau zona aman sekolah. Karena setiap hari lalu lintas di depan sekolah selalu ramai.

”Volume kendaraan depan sekolah kami cukup tinggi, tentu sangat butuh zebra cross untuk fasilitas penyebrangan. Semoga saja ada perhatian. Karena ada saja yang suka keserempet kendaraan,” ujarnya.

(and/pj/gob)



loading...

Feeds