Alif, Anak Terduga Maling Amplifier: Ayah Bukan Ayam

Keluarga terduga pelaku yang dibakar massa dengan tuduhan maling amplifier di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan. Foto: Istimewa/Gobekasi

Keluarga terduga pelaku yang dibakar massa dengan tuduhan maling amplifier di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan. Foto: Istimewa/Gobekasi

RUMAH M Alzahra alias Joya (30), yang tewas dibakar hidup-hidup oleh warga setelah dituduh mencuri amplifier di Musala Al-Hidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, terus dibanjiri para pelayat.

Tidak tampak satupun karangan bunga. Hanya kesederhanaan dan bentangan terpal di ubin yang menjamu kehadiran setiap warga.

Namun, diantar suasana duka tersebut masih tampak sedikit kecerian. Hal itu terbesit dari raut wajah Alif (4), putra pertama dari Alzahra dan istrinya, Siti Jubaida (25).

Ia tak henti berlarian dengan sejumlah teman sebayanya. Disela-sela kesibukan bermain Alif, ia bercerita kalau setiap ayahnya pulang berkeliling berdagang amplifier, almarhum sering mengajaknya berkeliling.

Alif diajak berkeliling menggunaan kendaraan kerja almarhum, juga bermain di sebuah tanah lapang tepat di depan rumahnya, di Kampung Kavling Jati, RT 04 RT 05, Nomor 141, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara.

“Biasanya bapak disitu, jadi Supedemen (Superman), kata Alif dengan suaranya yang cadel, Jumat (4/8/2017).

Tak ada raut kesedihan. Alif, bahkan, begitu bersemangat becanda gurau dengan siapa saja warga yang ia temui.

Meski demikian, Alif mengetahui jika ayahnya diperlakuan tidak baik oleh sejumlah orang. Hal itu diketahui setelah ia menonton gambar dan video dalam sejumlah ponsel milik tetangganya.

“Memangnya bapak saya ayam apa, dibakar entu (begitu),” kata Alif singkat.

Sementara itu, ibu kandung Alif, Siti Jubaida mengaku tidak percaya akan peristiwa pencurian yang dituduhkan warga kepada suaminya tersebut. Kata dia, suaminya datang ke tempat tersebut hanya semata menjalankan ibadah.

“Sampai saat ini, saya tidak percaya suami saya melakukan itu. Saya tidak tidak terima, perbuatan mereka tega, tidak prikemanusiaan. Suami saya pergi untuk mencari amplifier atau speaker yang bisa dijual beli,” tegas Siti.

Ia pun berharap agar para pelaku penganiayaan dan pembakaran yang menyebabkan korban tewas secara tragis itu diproses seadil-adilnya. Apalagi, ia tak kuasa jika mengingat akan kelahiran putra keduanya dalam waktu dekat.

“Suami saya bukan maling, saya lihat sendiri dia keluar rumah bawa alat-alat dan papan kayu untuk di jual, kalau sudah begini, anak saya bagaimana,” ucap Siti yang tengah mengandung 7 bulan.

Untuk diketahui, seorang pria yang diduga pelaku pencurian tewas dibakar hidup-hidup oleh warga, setelah dituduh mencuri amplifier atau pengeras suara di Musala Alhidayah, Kampung Cabang Empat, RT 02 RW 01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Selasa (1/8/2017) lalu.

Korban tewas dengan cara dihajar habis-habisan oleh warga. Mulai dari batu dan kayu mendarat di kepala pelaku. Bahkan tak berhenti di situ. Massa sempat mengambil sebotol bensin eceran dan membakar pelaku.

“Ini aneh. Almarhum itu rajin sholat, bahkan dia itu sering jadi Muazin. Kita gak terima warga kita ada yang digituin,” ucap M Darta, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Musholla Baitur Rohman, tempat korban biasa beribadah. (kub/gob)



loading...

Feeds

20171121_095837

Kenangan Terakhir dengan Laila Sari

MASIH belum hilang kenangan terakhir Darsih bersama kakaknya, almarhumah Laila Sari. Terlebih, sebelum sang kakak mengembuskan nafas terakhirnya, dia masih …
PPP Tetap Komit Dukung Rahmat Effendi

Sholihin Kokoh Didukungan 17 Kursi

KETUA DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mendapat dukungan lima partai untuk maju pada Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang. Partai-partai tersebut …
JPNN

Shireen Sungkar Minta Doa Masyarakat

PASANGAN artis Shireen Sungkardan Teuku Wisnu belum lama ini merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang keempat. Di momen spesial ini, …